Aceh Timur | Pernyataan Walikota Langsa, Jeffry Sentana, yang menyebut Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky seperti “Debt Collector” terkait persoalan aset daerah, memicu kemarahan besar di kalangan pemuda Aceh Timur.
Salah satunya datang dari Radja Muhammad Husen, tokoh pemuda Aceh Timur yang menilai ucapan tersebut sebagai penghinaan serius yang mencederai kehormatan pemimpin sekaligus martabat masyarakat Aceh Timur.
Radja Muhammad Husen menuntut Walikota Langsa segera mencabut pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
“Ucapan Jeffry Sentana ini tidak hanya melukai pribadi Bupati Aceh Timur, tapi juga menampar harga diri seluruh rakyat Aceh Timur,” tegas Radja.
Ia menilai pernyataan Bupati Al-Farlaky terkait kompensasi aset daerah sudah benar dan sesuai dengan aturan. Oleh karena itu, tidak seharusnya Walikota Langsa menanggapi dengan pernyataan yang bersifat merendahkan dan melecehkan.
Radja memperingatkan keras bahwa pemuda Aceh Timur tidak akan tinggal diam jika Walikota Langsa tetap berkeras dengan ucapannya.
“Jangan remehkan dan lecehkan kami. Jangan uji kesabaran kami,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia menekankan bahwa hubungan antar daerah harus dijaga dengan rasa saling menghormati, bukan dengan melempar kata-kata yang merendahkan.
“Kami tunggu itikad baik dari Walikota Langsa,” pungkasnya.