PIDIE JAYA | Desakan publik terhadap penegakan hukum atas dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, terhadap Ketua SPPG Kecamatan Trienggadeng, Muhammad Reza, semakin menguat.
Insiden pemukulan yang terjadi di dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) beberapa waktu lalu dinilai telah mencoreng wibawa pemerintah daerah dan mencederai rasa keadilan masyarakat.
Dewan Pimpinan Pusat – Arah Pemuda Aceh (DPW-ARPA) Pidie Jaya, Dedi Saputra, meminta agar perkara yang dilaporkan pada Kamis (30/10/2025) malam dan diterima oleh polisi dari Polres Pidie Jaya segera ditindaklanjuti. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan bernomor: STTLP/B/66/X/2025/SPKT/POLRES PIDIE JAYA/POLDA ACEH.
Pihak DPW ARPA Pijay meminta aparat penegak hukum, Pemerintah Aceh, dan Kementerian Dalam Negeri untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain memproses hukum dan memeriksa secara transparan Wakil Bupati Hasan Basri atas dugaan tindakan kekerasan.
“Kami, pemuda Pidie Jaya, tidak akan diam ketika pejabat publik berperilaku preman di hadapan rakyat. Negara harus hadir dengan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu,” tegas Dedi.
Dedi juga mendesak Pemerintah Aceh dan Kementerian Dalam Negeri untuk turun langsung memantau proses hukum serta memulihkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan daerah.
“Rakyat Pidie Jaya menunggu bukti bahwa hukum masih punya wibawa. Jangan sampai kasus ini berakhir tanpa kejelasan,” ujar Dedi.

























