BANDA ACEH | Aceh kembali menjadi sorotan bagi investor. Gubernur Aceh Muzakir Manaf menerima kunjungan calon investor dari Blackstone Malaysia di Meuligoe Gubernur Aceh.
Pertemuan ini memunculkan mimpi besar, investasi asing yang akan membawa modernisasi peternakan, membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Aceh didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Aceh, Fachrial, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Akkar Arafat, serta Staf Khusus Gubernur, T. Irsyadi.
Namun di sisi lain, pertemuan ini masih bersifat penjajakan, belum ada tanda tangan MoU atau kontrak final. Investor Malaysia hanya menyatakan minat, tanpa rincian nilai investasi, lokasi proyek, maupun jadwal pembangunan.
Menurut data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, investasi di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan menunjukkan potensi besar.
“Lonjakan ini menjadi bukti bahwa iklim investasi di Aceh semakin kondusif. Pemerintah terus berupaya menghadirkan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital melalui sistem OSS-RBA agar investasi dapat direalisasikan tanpa hambatan,” kata Gubernur Aceh.
Aceh, dengan sumber daya alam dan potensi peternakan yang besar, memang layak menjadi magnet investasi. Namun, mimpi hanya akan menjadi kenyataan jika niat baik bertemu dengan tindakan kongkret.
Pemerintah Aceh optimis bahwa investasi ini dapat meningkatkan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.
| Laporan: Nanda Rizki

























