Kelangkaan solar yang melanda beberapa daerah di Aceh, termasuk Aceh Timur, telah menjadi perhatian serius bagi masyarakat. Antrian panjang di SPBU, harga solar yang melonjak, dan kesulitan mendapatkan bahan bakar ini telah membuat kehidupan rakyat kecil semakin sulit.
Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam, Indonesia seharusnya dapat memenuhi kebutuhan energi masyarakatnya. Namun, kenyataannya, kita masih bergantung pada impor minyak dan gas, sehingga membuat harga bahan bakar menjadi tidak stabil.
Kelangkaan solar ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pada kemanusiaan. Rakyat kecil yang bergantung pada solar seperti nelayan, sopir angkot dan truk pengangkut hasil bumi terpaksa harus berjuang untuk mendapatkan bahan bakar ini.
Kita tidak bisa hanya menyalahkan cuaca dan transportasi sebagai penyebab kelangkaan ini. Komisi VII DPR telah memberikan penilaian yang tepat, bahwa “anomali kebijakan ESDM” menjadi salah satu biang kerok. Izin impor BBM yang hanya berlaku enam bulan dengan evaluasi tiap tiga bulan membuat suplai tidak stabil. Ini bukan hanya masalah birokrasi, tapi juga masalah kebijakan yang tidak pro-rakyat.
Pemerintah harus lebih tegas dalam menertibkan pengguna solar subsidi dan memperbaiki sistem distribusi di daerah. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat kecil terus-menerus terbebani oleh kebijakan yang tidak pro-rakyat. Kita membutuhkan kebijakan yang lebih baik, yang dapat menjamin ketersediaan BBM yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mengatasi kelangkaan solar ini. Pertamina, sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas distribusi bahan bakar, harus meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi solar. Pemerintah juga harus memastikan bahwa harga solar tetap terjangkau bagi rakyat kecil.
Namun, yang lebih penting lagi, pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan energi nasional dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang. Kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan energi nasional.
Kita tidak boleh membiarkan kelangkaan solar ini menjadi beban bagi rakyat kecil. Kita harus bersatu untuk menuntut keadilan dan kesetaraan dalam akses energi. Kemanusiaan harus menjadi nilai utama dalam kebijakan energi nasional.

























