• Terbaru
Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

11 November 2025
PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

4 September 2026
Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

4 September 2026
Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

3 September 2026
Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

3 September 2026
Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

2 September 2026
Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

2 September 2026
Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

1 September 2026
Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

1 September 2026
Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

31 Agustus 2026
JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

31 Agustus 2026
Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

30 Agustus 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

Redaksi Penulis Redaksi
Selasa, 11/11/2025 | 15:08 WIB
Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah
Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Langit Jakarta masih diguyur hujan ringan ketika Presiden Prabowo Subianto menyerahkan tanda kehormatan Pahlawan Nasional kepada keluarga mendiang Presiden Kedua Indonesia, Soeharto, di Istana Negara, Senin pagi, 10 November 2025. Dengan suara lantang dan nada penuh penghormatan, Prabowo menyebut Soeharto sebagai “putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya untuk Indonesia.” Sontak, keputusan itu menggetarkan ruang publik.

Di balik tepuk tangan kenegaraan, muncul bisikan keras dari masyarakat sipil, apakah bangsa ini telah berdamai dengan sejarah, atau sedang menghapusnya?

Tak bisa disangkal, Soeharto adalah bagian penting dari sejarah republik. Ia memulai karier militernya dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) usai proklamasi 1945, ikut dalam perang kemerdekaan di Yogyakarta, dan berperan dalam operasi militer melawan pemberontakan PKI Madiun pada 1948.

Setelah peristiwa G30S 1965, namanya melejit sebagai Panglima Kostrad, Soeharto mengambil alih kendali keamanan dan secara perlahan menggantikan posisi Soekarno. Tahun 1967, ia resmi menjadi Presiden dan membuka babak panjang kekuasaan Orde Baru rezim yang membentuk wajah Indonesia selama tiga dekade.

Pada dekade 1970–1980-an, Indonesia menanjak. Jalan-jalan diperlebar, sawah diperluas, dan program Inpres Desa tertinggal menjadi simbol pembangunan nasional. Suharto berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras tahun 1984, mengendalikan inflasi yang sempat menembus 600 persen, serta menjaga pertumbuhan ekonomi stabil di angka 6–7persen per tahun.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Namun, di balik kemegahan pembangunan, ada sisi gelap yang perlahan menggerogoti fondasi republik. Rezim yang berdiri atas nama stabilitas justru menciptakan ketakutan yang sistematis. Ribuan orang ditahan tanpa proses hukum setelah peristiwa 1965. Amnesty International mencatat antara 500 ribu hingga 1 juta orang tewas dalam operasi pembersihan yang disebut “anti-PKI”.

Di Aceh, Sumatra Utara, Timor Timur, dan Papua, operasi militer berlangsung selama bertahun-tahun. Ratusan warga sipil hilang tanpa jejak, sebagian ditemukan di kuburan massal, sebagian lagi hanya tersisa dalam ingatan keluarga.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Di tingkat nasional, kebebasan pers dibungkam, surat kabar yang menulis kritik dibredel, aktivis mahasiswa ditangkap, dan di tengah semua itu, keluarga Cendana tumbuh menjadi dinasti ekonomi. Laporan Transparency International tahun 2004 menyebut Soeharto sebagai pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan korupsi mencapai US$35 miliar.

Keputusan pemerintah menobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional menuai protes keras dari kalangan aktivis dan korban pelanggaran HAM. Amnesty International Indonesia menyebut langkah itu “bentuk pengkhianatan terhadap semangat Reformasi 1998.”

Namun pemerintah bersikukuh, melalui Peraturan Presiden Nomor 116/TK/2025 menetapkan Suhartoe menjadi pahlawan nasional. Merujuk keputusan Prabowo, Soeharto mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik.

“Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta. Soeharto memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada 1945,” begitu ujar pemandu seremoni.

Delapan nama lain yang ditetapkan yaitu mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, mantan Menteri Hukum Mochtar Kusumaatmadja, Rahman el Yunusiyyah, dan mantan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Sarwo Edhie Wibowo. Lalu, ada Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Sultan Tidore Sultan Zainal Abidin Syah.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penetapan Suharto sebagai pahlawan nasional menempatkan bangsa ini pada simpang moral antara menghargai jasa pembangunan dan mengakui dosa sejarah. Negara memang bisa memberi gelar, tetapi hanya rakyat yang bisa memberi makna.

Kini, potret Soeharto kembali terpajang di dinding negara, sejajar dengan nama-nama besar seperti Bung Karno dan Hatta. Namun di balik setiap foto resmi, masih ada kisah yang belum selesai tentang mereka yang hilang, tentang yang tak sempat bersuara, dan tentang bangsa yang terus berjuang untuk jujur pada sejarahnya.

Di antara upacara dan penghormatan, satu pertanyaan menggema, apakah pembangunan tanpa keadilan masih pantas disebut jasa?

MengirimMenciak

Baca Juga

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh
Editorial

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada
Editorial

Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada

21 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Editorial

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

Penulis Redaksi
4 September 2026

#Warga Abdya Tolak Bayar Sebelum Ada Penjelasan Transparan BLANGPIDIE | Seorang pelanggan PLN di Aceh Barat Daya dibuat kaget setengah...

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH TIMUR | Rajawalina FC berhasil melaju ke partai puncak KPA Simpang Ulim Cup I 2026 setelah menundukkan Aneuk Nanggroe...

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH seharusnya jadi lumbung. Hutan menyimpan biodiversitas dunia. Laut membentang luas dengan hasil ikan melimpah. Di bawah tanah terpendam minyak,...

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

Penulis Redaksi
3 September 2026

#Bupati Al-Farlaky canangkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon di HARDIKDA 2026 ACEH TIMUR | Peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) tahun...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In