• Terbaru
Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

11 November 2025
Jaya Hartono Resmi Jadi Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh

Jaya Hartono Resmi Jadi Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh

3 Februari 2026
Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

Terima Laporan Masyarakat, Satpol PP Aceh Timur Razia ASN Nongkrong di Warkop

3 Februari 2026
Aceh Siap Lakukan Lelang Kontraktor Migas di Meuseuraya dan Meuligoe

Aceh Siap Lakukan Lelang Kontraktor Migas di Meuseuraya dan Meuligoe

3 Februari 2026
Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

3 Februari 2026
BMKG Prediksi Cuaca Panas di Aceh, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG Prediksi Cuaca Panas di Aceh, Masyarakat Diminta Waspada

2 Februari 2026
Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

Sekda Aceh: Tugas Atau Catur?

2 Februari 2026
Hancurkan Sitem Moneter Global: Utang AS USD 38 Triliun Picu Krisis Keuangan

Hancurkan Sitem Moneter Global: Utang AS USD 38 Triliun Picu Krisis Keuangan

2 Februari 2026
Kaula Muda Aceh Desak Rekonsiliasi, Aceh Butuh Kestabilan Politik

Kaula Muda Aceh Desak Rekonsiliasi, Aceh Butuh Kestabilan Politik

1 Februari 2026
Dua Unit Rumah Warga di Semadam Aceh Tenggara Hangus Terbakar

Dua Unit Rumah Warga di Semadam Aceh Tenggara Hangus Terbakar

1 Februari 2026
HRD Pimpin PKB Aceh, Fokus pada Soliditas dan Kerja Kolektif

HRD Pimpin PKB Aceh, Fokus pada Soliditas dan Kerja Kolektif

1 Februari 2026
Lagi! Israel Kembali Serang Gaza, 31 Warga Palestina Tewas

Lagi! Israel Kembali Serang Gaza, 31 Warga Palestina Tewas

1 Februari 2026
Penangkapan Spektakuler, Dua Pencuri Tas di Banda Aceh Dibekuk Polisi

Penangkapan Spektakuler, Dua Pencuri Tas di Banda Aceh Dibekuk Polisi

1 Februari 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah

Redaksi Penulis Redaksi
Selasa, 11/11/2025 | 15:08 WIB
Di Balik Gelar Pahlawan: Soeharto, Pembangunan, dan Dosa Sejarah
Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Langit Jakarta masih diguyur hujan ringan ketika Presiden Prabowo Subianto menyerahkan tanda kehormatan Pahlawan Nasional kepada keluarga mendiang Presiden Kedua Indonesia, Soeharto, di Istana Negara, Senin pagi, 10 November 2025. Dengan suara lantang dan nada penuh penghormatan, Prabowo menyebut Soeharto sebagai “putra terbaik bangsa yang telah mengabdikan hidupnya untuk Indonesia.” Sontak, keputusan itu menggetarkan ruang publik.

Di balik tepuk tangan kenegaraan, muncul bisikan keras dari masyarakat sipil, apakah bangsa ini telah berdamai dengan sejarah, atau sedang menghapusnya?

Tak bisa disangkal, Soeharto adalah bagian penting dari sejarah republik. Ia memulai karier militernya dalam Tentara Keamanan Rakyat (TKR) usai proklamasi 1945, ikut dalam perang kemerdekaan di Yogyakarta, dan berperan dalam operasi militer melawan pemberontakan PKI Madiun pada 1948.

Setelah peristiwa G30S 1965, namanya melejit sebagai Panglima Kostrad, Soeharto mengambil alih kendali keamanan dan secara perlahan menggantikan posisi Soekarno. Tahun 1967, ia resmi menjadi Presiden dan membuka babak panjang kekuasaan Orde Baru rezim yang membentuk wajah Indonesia selama tiga dekade.

Pada dekade 1970–1980-an, Indonesia menanjak. Jalan-jalan diperlebar, sawah diperluas, dan program Inpres Desa tertinggal menjadi simbol pembangunan nasional. Suharto berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada beras tahun 1984, mengendalikan inflasi yang sempat menembus 600 persen, serta menjaga pertumbuhan ekonomi stabil di angka 6–7persen per tahun.

Namun, di balik kemegahan pembangunan, ada sisi gelap yang perlahan menggerogoti fondasi republik. Rezim yang berdiri atas nama stabilitas justru menciptakan ketakutan yang sistematis. Ribuan orang ditahan tanpa proses hukum setelah peristiwa 1965. Amnesty International mencatat antara 500 ribu hingga 1 juta orang tewas dalam operasi pembersihan yang disebut “anti-PKI”.

Di Aceh, Sumatra Utara, Timor Timur, dan Papua, operasi militer berlangsung selama bertahun-tahun. Ratusan warga sipil hilang tanpa jejak, sebagian ditemukan di kuburan massal, sebagian lagi hanya tersisa dalam ingatan keluarga.

Di tingkat nasional, kebebasan pers dibungkam, surat kabar yang menulis kritik dibredel, aktivis mahasiswa ditangkap, dan di tengah semua itu, keluarga Cendana tumbuh menjadi dinasti ekonomi. Laporan Transparency International tahun 2004 menyebut Soeharto sebagai pemimpin paling korup di dunia, dengan dugaan korupsi mencapai US$35 miliar.

Keputusan pemerintah menobatkan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional menuai protes keras dari kalangan aktivis dan korban pelanggaran HAM. Amnesty International Indonesia menyebut langkah itu “bentuk pengkhianatan terhadap semangat Reformasi 1998.”

Namun pemerintah bersikukuh, melalui Peraturan Presiden Nomor 116/TK/2025 menetapkan Suhartoe menjadi pahlawan nasional. Merujuk keputusan Prabowo, Soeharto mendapat status pahlawan nasional di bidang perjuangan dan politik.

“Soeharto menonjol sejak era kemerdekaan sebagai wakil komandan BKR Yogyakarta. Soeharto memimpin pelucutan senjata Jepang di Kota Baru pada 1945,” begitu ujar pemandu seremoni.

Delapan nama lain yang ditetapkan yaitu mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis buruh Marsinah, mantan Menteri Hukum Mochtar Kusumaatmadja, Rahman el Yunusiyyah, dan mantan Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Sarwo Edhie Wibowo. Lalu, ada Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih, dan Sultan Tidore Sultan Zainal Abidin Syah.

Penetapan Suharto sebagai pahlawan nasional menempatkan bangsa ini pada simpang moral antara menghargai jasa pembangunan dan mengakui dosa sejarah. Negara memang bisa memberi gelar, tetapi hanya rakyat yang bisa memberi makna.

Kini, potret Soeharto kembali terpajang di dinding negara, sejajar dengan nama-nama besar seperti Bung Karno dan Hatta. Namun di balik setiap foto resmi, masih ada kisah yang belum selesai tentang mereka yang hilang, tentang yang tak sempat bersuara, dan tentang bangsa yang terus berjuang untuk jujur pada sejarahnya.

Di antara upacara dan penghormatan, satu pertanyaan menggema, apakah pembangunan tanpa keadilan masih pantas disebut jasa?

MengirimMenciak

Baca Juga

Hujan November: Waspada, Syukur, dan Hikmah di Tengah Derasnya Alam
Editorial

Hujan November: Waspada, Syukur, dan Hikmah di Tengah Derasnya Alam

22 November 2025
Anggaran Jumbo, Harapan Baru atau Bara Konflik?
Editorial

Anggaran Jumbo, Harapan Baru atau Bara Konflik?

17 November 2025
Kelangkaan Solar, Kemanusiaan yang Direnggut dari Rakyat
Editorial

Kelangkaan Solar, Kemanusiaan yang Direnggut dari Rakyat

7 November 2025
Apa Sebenarnya yang Harus Dirayakan pada Hari Kemerdekaan?
Editorial

Apa Sebenarnya yang Harus Dirayakan pada Hari Kemerdekaan?

18 Agustus 2025
Kenali Ciri-ciri Orang Manipulatif Dibalik Sikab Baiknya
Editorial

Kenali Ciri-ciri Orang Manipulatif Dibalik Sikab Baiknya

26 Januari 2025
Sempat Berdarah-darah Saat Corona, Kini Eureka Konveksi Tas Berkembang Pesat
Editorial

Sempat Berdarah-darah Saat Corona, Kini Eureka Konveksi Tas Berkembang Pesat

11 Desember 2024
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Bantah Jubir SAH, Muntasir Age Angkat Bicara

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Jaya Hartono Resmi Jadi Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh

Jaya Hartono Resmi Jadi Pelatih Kepala Persiraja Banda Aceh

Penulis Redaksi
3 Februari 2026

BANDA ACEH | Manajemen Persiraja Banda Aceh resmi menunjuk Jaya Hartono sebagai pelatih kepala untuk menangani Laskar Rencong mulai putaran...

Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

Terima Laporan Masyarakat, Satpol PP Aceh Timur Razia ASN Nongkrong di Warkop

Penulis Redaksi
3 Februari 2026

ACEH TIMUR | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Aceh Timur melakukan razia penertiban Aparatur Sipil Negara (ASN) yang...

Aceh Siap Lakukan Lelang Kontraktor Migas di Meuseuraya dan Meuligoe

Aceh Siap Lakukan Lelang Kontraktor Migas di Meuseuraya dan Meuligoe

Penulis Redaksi
3 Februari 2026

BANDA ACEH | Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengumumkan bahwa Aceh akan melakukan lelang kontraktor kerja sama...

Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

Satpol PP Langsa Bongkar Lapak Pedagang Kaki Lima, Pedagang Direlokasi

Penulis Redaksi
3 Februari 2026

LANGSA | Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Langsa mengambil tindakan tegas dengan membongkar 12 lapak pedagang kaki lima...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In