BANDA ACEH | Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Aceh sukses menyelenggarakan Musyawarah Daerah (MUSDA) ke-II dengan tema ‘Ta Peutrang Aceh’ di Hotel Kyriad Muraya Banda Aceh, pada Rabu, 19 November 2025.
Kegiatan ini berlangsung tertib dan demokratis dengan menghadirkan seluruh pemilik suara dari pengurus daerah dan cabang.
Hendro Saky kembali terpilih sebagai Ketua JMSI Aceh untuk periode 2025–2030. Ia dipilih secara aklamasi setelah lima pemilik suara, yaitu Pengurus Pusat JMSI, Pengurus Daerah JMSI Aceh, serta Cabang Banda Aceh, Aceh Besar, dan Lhokseumawe–Aceh Utara, sepakat mencalonkan dan mendukungnya kembali untuk memimpin organisasi.
Dalam sambutannya, Hendro Saky menyampaikan komitmennya untuk bekerja lebih baik dan melanjutkan program-program strategis JMSI Aceh.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan terus berfokus memperkuat perusahaan pers agar semakin profesional dan terverifikasi faktual oleh Dewan Pers.
“Alhamdulillah, anggota JSMI Aceh, sudah 15 perusahaan pers yang terverifikasi menjadi organisasi terbanyak yang terverifikasi dewan pers di Aceh. Selain itu, kesejahteraan perusahaan pers, khususnya anggota JMSI Aceh, juga menjadi prioritas utama sebagaimana yang telah kita jalani selama ini,” sebut Hendro.
Panitia juga menyerahkan penghargaan Rakan JMSI kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi dalam perkembangan media siber di Aceh.
Pelaksanaan MUSDA ke-II JMSI Aceh ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran perusahaan pers dalam menciptakan ekosistem media yang sehat, independen, dan profesional di Aceh.

























