BANDA ACEH | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini terkait bibit siklon tropis 95B di Selat Malaka, yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di Aceh pada 22–26 November 2025.
Bibit siklon terbentuk 21 November pukul 01.00 WIB, sebelah timur Aceh, dengan kecepatan angin maksimum 28 km/jam dan tekanan 1009 hPa.
Dalam 24–48 jam ke depan, BMKG memprediksi sistem melemah dan bergerak ke timur–tenggara. Pola angin di perairan Aceh umumnya bertiup dari timur laut ke timur dengan kecepatan 6–33 knot.
Hal ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut, dengan intensitas sedang (1,25–2,5 meter) yang mungkin terjadi di Perairan Aceh Singkil, Aceh Utara–Aceh Timur, Perairan Pidie Jaya–Aceh Besar, dan Perairan Tamiang–Langsa.
Sementara gelombang dengan intensitas tinggi (2,5–4 meter) berpeluang terjadi di Perairan Aceh Barat Daya–Simeulue, Perairan Sabang–Banda Aceh, Perairan Aceh Besar–Meulaboh, dan Perairan Selatan Simeulue.
Prakirawan Cuaca, Fitriana Nur, menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat akan melanda beberapa wilayah Aceh. Pada 23 November, hujan diperkirakan mengguyur 14 wilayah, terutama di kawasan tengah dan timur, seperti Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Aceh Tamiang.
Keesokan harinya, 24 November, jumlah wilayah yang terdampak meningkat menjadi 18, termasuk Aceh Barat, Nagan Raya, dan Sabang. Pada 25 November, potensi hujan mulai berkurang, mencakup 9 wilayah di pesisir barat-utara. Hingga 26 November, masih ada 10 wilayah yang berpotensi hujan, khususnya di jalur barat-selatan.
BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Pastikan infrastruktur dan sistem tata kelola air siap menghadapi peningkatan curah hujan. Lakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan saluran irigasi”, imbau nya.

























