ACEH TIMUR | Hujan deras yang melanda Kecamatan Serbajadi, Aceh Timur, sejak 21 November 2025 memicu banjir bandang di aliran Sungai Lokop pada Minggu, 26 November 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.
Luapan air sungai yang tidak mampu menampung debit besar mengakibatkan enam desa terdampak parah. Antara lain seperti Desa Lokop mengalami genangan 10–25 cm, dengan 10 keluarga terdampak, namun warga masih bertahan di rumah.
Sementara itu, Desa Loot dan Jering masing-masing dihuni 30 keluarga yang terendam air setinggi 80–150 cm, sebagian warga telah mengungsi ke tempat lebih tinggi.
Situasi lebih kritis di Desa Umah Sunti dan Umah Taring yang terisolasi akibat putusnya akses jalan masing-masing 140 dan 48 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Desa Sekualan.
Sementara di Desa Bunin (30 KK, air 30–100 cm) dan Ujung Karang (10 KK, air 50–80 cm) juga dilaporan terdampak, dengan warga mulai meninggalkan rumah. Cuaca masih diguyur hujan, suhu 23–26°C, kelembaban 96%.
Adapun kerusakan fasilitas umum akibat banjir bandang meliputi jembatan gantung penghubung Lokop-Umah Sunti yang terseret arus, jalan Sekualan-Umah Sunti terputus, tiga tiang listrik tumbang, serta jalan lintas Peureulak-Blang Kejeren terendam setinggi 150 cm di Dusun Karang Kuda.
Lalu, tanggul sungai di beberapa titik juga jebol, dan sekitar 100 hektar sawah serta kebun rusak parah. Banjir dipicu curah hujan ekstrem disertai kiriman air dari pegunungan sekitar.
Petugas setempat masih memantau ketat, sementara debit Sungai Lokop terus naik, mengancam pemukiman dan fasilitas umum.

























