ACEH TIMUR | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, telah menetapkan lokasi hunian sementara untuk korban banjir di kabupaten itu. Data lokasi ini sudah diserahkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyebutkan bahwa lokasi hunian sementara secara komunal yaitu di Desa Paya Naden Kecamatan Madat, Desa Seumatang Kecamatan Julok, Desa Pante Labu, Pante Rambong, Pante Panah, Paya Demam Dua, dan Grong-Grong di Kecamatan Pante Bidari.
Selanjutnya Desa Blang Nie dan Desa Arakundo, Kecamatan Simpang Ulim, Desa Seneubok Lapang, Kecamatan Peureulak Timur, Desa Karang Kuda, Pekan Lokop, Desa Jerni dan Desa Jering di Kecamatan Serbajadi.
Lalu, Desa Alur Merbo, Tampur Paloh, Batu Sumbang, dan Desa Ranto Panjang di Kecamatan Simpang Jernih. Sedangkan untuk Kecamatan Idi Rayeuk dibangun di lahan pemerintah persis di belakang kantor camat.
“Hunian sementara ini perlu segera dibangun, apalagi sebentar lagi bulan Ramadhan pada Februari 2026. Kami sudah serahkan datanya lengkap dengan lokasi, jumlah KK untuk huntara komunal dan mandiri,” kata Al-Farlaky.
Total rumah rusak akibat banjir yaitu 14.341 unit rusak ringan, 4.846 unit rusak sedang, dan 3.838 unit rusak berat. Warga yang memilih dana tunggu hunian sebanyak 478 kepala keluarga, sedangkan sisanya memilih tinggal di hunian sementara sebanyak 3.360 kepala keluarga.
“Warga yang memilih dana tunggu hunian itu sebanyak 478 kepala keluarga. Sisanya memilih tinggal di hunian sementara sebanyak 3.360 kepala keluarga,” pungkas politisi muda Partai Aceh tersebut.

























