BIREUEN | Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Bireuen, Murni M. Nasir, mengecam keras kegaduhan politik yang terjadi di tengah penanganan banjir di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, para pemangku kepentingan lebih sibuk berdebat dan saling melempar pernyataan di ruang publik, daripada memastikan bantuan sampai ke korban.
“Bantuan ada, korban ada, tapi distribusi mandek. Yang jalan justru klarifikasi dan pembelaan,” kata Murni.
GeRAK mendesak seluruh pihak menghentikan polemik dan segera fokus pada pemenuhan hak-hak korban banjir.
Murni juga mengkritik sikap elite politik yang menjadikan bencana sebagai ajang adu peran dan panggung pencitraan.
“Masyarakat tidak butuh tontonan adu pernyataan. Jangan suguhkan narasi kosong dan tontonan sampah. Urusannya sederhana, bantuan harus sampai ke korban,” tegasnya.

























