BANDA ACEH | Pemerintah Aceh bergerak cepat mengantisipasi peningkatan kebutuhan pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026 bagi warga Aceh.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh mendampingi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah kementerian di Jakarta untuk mempercepat proses impor sapi dan kerbau.
Langkah tersebut ditempuh guna memastikan ketersediaan stok ternak tetap aman, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat tradisi Meugang dan selama bulan puasa, yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi daging.
“Impor ternak ini penting untuk memastikan ketersediaan stok mencukupi serta mencegah lonjakan harga menjelang Ramadhan,” ujar Kepala Disperindag Aceh, T. Adi Darma.
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Gubernur Aceh dan jajaran Disperindag lebih dulu bertemu Asisten Deputi Tata Niaga dan Perdagangan Pangan Luar Negeri Kemenko Pangan, Lorenta P.K. Siahaan.
Pertemuan membahas langkah teknis percepatan distribusi ternak impor ke Aceh, termasuk penyederhanaan prosedur administrasi.
Rombongan kemudian melanjutkan pertemuan dengan Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso.
Dalam pertemuan itu, dibahas dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penguatan ketahanan pangan Aceh, terutama pascabencana yang sempat berdampak pada sektor peternakan lokal.
T. Adi Darma menegaskan, Disperindag Aceh akan terus mengawal rantai pasok ternak impor agar berjalan lancar hingga ke tingkat pasar.
“Kami ingin masyarakat Aceh dapat menyambut Ramadhan dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kelangkaan daging maupun lonjakan harga yang tidak terkendali,” pungkasnya.

























