LHOKSEUKON | Sebanyak 19 puskesmas di Aceh Utara yang terdampak banjir mulai beroperasi kembali, meskipun pelayanan kesehatan masih dilakukan secara terbatas. Layanan poli dialihkan dan dipusatkan di Unit Gawat Darurat (UGD) akibat kerusakan fasilitas dan peralatan medis.
Dari total 32 puskesmas yang tersebar di 27 kecamatan, lima puskesmas mengalami kerusakan paling parah, yaitu Puskesmas Simpang Tiga Kecamatan Langkahan, Puskesmas Babah Buloh Kecamatan Sawang, Puskesmas Lhok Beuringen Kecamatan Tanah Jambo Aye, dan Puskesmas Blang Geulumpang Kecamatan Seunuddon.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Abdurrahman, mengatakan bahwa banjir bandang pada 26 November 2025 menyebabkan sejumlah sarana pelayanan kesehatan rusak, bahkan sebagian alat medis hanyut terbawa arus.
“Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap dilakukan. Layanan rawat jalan difokuskan di ruang UGD,” ujar Abdurrahman.
Abdurrahman memastikan ketersediaan obat-obatan masih mencukupi, berkat dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan bantuan relawan.
Selain itu, 87 puskesmas pembantu (Pustu) juga turut membantu memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di wilayah terdampak banjir.
Dinas Kesehatan Aceh Utara juga telah mendirikan posko pelayanan kesehatan di sejumlah titik pengungsian untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan selama masa pemulihan pascabanjir.

























