BANDA ACEH | Aktivis Kaula Muda Aceh, Aminul Mukminin S.E, yang juga dikenal sebagai Aseng, mendesak agar rekonsiliasi dilakukan untuk menyelesaikan konflik antara eksekutif dan legislatif di Aceh.
Konflik ini, menurutnya, sangat merugikan rakyat akar rumput dan dapat mempengaruhi elektabilitas Partai Aceh.
“Konflik ini yang dirugikan hari ini, esok dan lusa ialah rakyat, maka jangka panjang akan pengaruh kepada elektabilitas partai aceh dalam mempertahankan kekuasaan,” kata Aseng.
Aseng mengingatkan bahwa Aceh sedang dalam keadaan duka, dengan ribuan rakyat masih mengungsi, trauma berat, ekonomi rakyat tidak stabil, dan pengangguran belum teratasi secara maksimum.
Oleh karena itu, ia meminta agar ego sentris, ego personal, dan kepentingan kelompok disingkirkan demi kepentingan bersama kedepan.
Ia juga mengusulkan agar tokoh kunci atau pengganti almarhum Abu Razak menjadi penengah untuk menyelesaikan konflik ini.
“Persoalan ini sangat merugikan tim sukses dan rakyat, serta di manfaatkan oleh lawan politik untuk melemahkan gerak laju pemerintah,” ujarnya.
Aseng menekankan bahwa keberhasilan eksekutif dan legislatif adalah kunci bahwa Mualem-Dekfad berhasil memajukan Aceh, mengurangi kemiskinan, dan mewujudkan visi misinya yaitu _Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan_.

























