ACEH SINGKIL | Sebanyak 33 santri di Kabupaten Aceh Singkil diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 11 Februari 2026.
Para santri tersebut dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Aceh Singkil untuk mendapatkan penanganan medis. Gejala yang dialami para santri antara lain pusing, mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
Mereka berasal dari Pondok Pesantren Modern Darul Mustafa, Desa Bukit Harapan, serta siswa TK Bunga Al-Qur’an di Kecamatan Gunung Meriah.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Nasabe Sajan Yatim, Akmal, menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Wadah makanan (ompreng) kemudian dijemput kembali pada pukul 12.00 WIB.
Akmal menyebutkan proses memasak dimulai pukul 00.30 WIB dan selesai sekitar pukul 06.00 WIB. Menu MBG yang dibagikan saat itu terdiri dari mi goreng, ayam suwir, nugget tempe, sawi rebus, dan semangka.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Muhammad Raja Maringin, mengatakan bahwa operasional SPPG Nasabe Sajan Yatim dihentikan sementara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sampel makanan dan muntahan korban telah diambil untuk diuji di laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

























