ACEH TENGAH | Fenomena lubang raksasa di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, kian meluas dan berdampak pada infrastruktur jalan warga.
Jalan alternatif yang sebelumnya dibuka pemerintah setempat dari arah Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, menuju Pondok Balik dilaporkan amblas.
Longsoran dari lubang raksasa tersebut telah mengikis setengah badan jalan alternatif bekas jalan PT KKA yang sudah lama tidak difungsikan. Kondisi ini juga mengancam lahan perkebunan kopi milik warga di sekitar lokasi.
Akses lalu lintas kini dialihkan melalui Kampung Blang Paku, Bener Meriah menuju Kampung Segene Balik hingga Pondok Balik, Aceh Tengah.
Namun, jalur tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas karena sebagian badan jalan rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor pada akhir 2025 lalu, termasuk kerusakan sejumlah jembatan.
Warga setempat, Hasbi, menyatakan bahwa jarak tempuh melalui Kecamatan Kute Panang menjadi lebih panjang, memakan waktu dua sampai tiga jam.
“Sebelumnya kami angkut hasil pertanian langsung ke arah Wih Pesam, Bener Meriah karena jaraknya sangat dekat,” kata Hasbi.
Warga juga berharap pemerintah segera mencari solusi untuk mengatasi lubang raksasa ini agar tidak semakin meluas dan mengganggu aktivitas warga.
“Kami sangat berharap pemerintah segera mencari solusi agar lubang raksasa tidak semakin meluas,” tambah Hasbi.
Pemerintah diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah ini dan memulihkan akses jalan warga.

























