BANDA ACEH | Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Djalal, mengumumkan bahwa Aceh akan melakukan lelang kontraktor kerja sama migas di beberapa area, termasuk Meuseuraya dan Meuligoe yang merupakan bagian dari Blok X SBA. Proses lelang ini sedang dalam tahap akhir di Dirjen Migas.
“Di wilayah kita ada beberapa yang akan dilelang. Saat ini terdapat beberapa open area, salah satunya Meuseuraya. Kemudian itu bagian dari Blok X-nya SBA dan Meuligoe, tapi kita belum menentukan siapa kontraktornya,” kata Nasri Djalal dalam konferensi pers 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026, di Universitas Syiah Kuala, Senin, 2 Februari 2026.
Lokasi Meuseuraya berada di darat Aceh dan masuk sepenuhnya dalam kewenangan BPMA. Nasri mengatakan bahwa proses lelang ini sedang berjalan dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat.
Selain Meuseuraya dan Meuligoe, ada juga beberapa wilayah yang dilelang berada di atas 12 mil laut, seperti WS Andaman dan Jalu. Namun, kewenangan wilayah tersebut berada di bawah SKK Migas, sehingga BPMA tidak memiliki kewenangan di wilayah tersebut.
BPMA saat ini bekerja sama dengan dua perusahaan Jepang, yaitu Japan Petroleum Exploration Co. Ltd. (JAPEX) dan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), untuk melakukan pengkajian potensi migas di wilayah Aceh. Lokasi tepatnya di atas Kabupaten Pidie Jaya, bekas wilayah kerja Repsol, Andaman 3.
“Kami berharap kolaborasi ini selaras dengan kepentingan masyarakat Aceh, serta mendukung pertumbuhan industri hulu migas secara berkelanjutan,” kata Nasri Djalal.

























