ACEH TIMUR | Kabupaten Aceh Timur membutuhkan 400 tenda belajar untuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang rusak akibat diterjang banjir bandang. Tahun ajaran baru 2026 akan dimulai pada 5 Januari 2026, namun masih banyak sekolah yang belum siap.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bustami menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan 400 tenda belajar untuk 21 sekolah yang rusak, namun hingga saat ini baru ada 5 tenda yang datang dari Kementerian melalui provinsi.
“Kita usaha semaksimal mungkin agar semua sekolah bisa aktif, namun hingga sekarang bantuan tenda baru lima yang datang dari 400 tenda sekolah yang kita minta,” ujar Bustami.
Total 21 sekolah yang rusak terdiri dari 17 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bustami menjelaskan bahwa jika sampai minggu depan tenda tidak masuk, maka pihaknya akan bingung bagaimana melangsungkan proses belajar mengajar.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 (SDN1) Lokop Noni Jerohmita menjelaskan bahwa gedung SDN 1 kini sudah dibersihkan, namun beberapa lokal masih rusak.
“Ada empat lokal yang rusak akibat banjir, sementara sisanya masih bisa dipakai namun mobiler sekolah yang terdiri dari kursi meja hingga inventaris lainnya hilang dan rusak akibat banjir,” tutupnya.

























