BANDA ACEH | Kabupaten Aceh Timur mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Ke-IV tingkat Provinsi Aceh yang berlangsung di Grand Aceh, Banda Aceh, sejak 19-22 Agustus 2025.
Kafilah dari Kabupaten Aceh Timur bakal bersaing dengan peserta dari kabupaten lain dalam cabang Nahu, Tauhid, Akhlak, Tafsir, dan Ushul Fiqh.
Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Timur, melalui Kabid Pemberdayaan Santri Mahyuddin, mengatakan bahwa Aceh Timur mengirimkan peserta putra untuk bertanding di semua cabang. Namun, untuk peserta putri, Aceh Timur tidak mengirimkan karena keterbatasan anggaran.
“Even ini saya nilai sangat penting untuk diikuti oleh para santri Aceh Timur untuk bersaing di ajang provinsi, karena perlombaan MQK ini bahkan diperlombakan di tingkat nasional,” kata Mahyuddin.
Mahyuddin menambahkan bahwa Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, sangat antusias agar Aceh Timur dapat mengikuti ajang ini sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mewujudkan pelaksanaan syariat Islam.
“Setelah kami sampaikan kepada pak bupati, Alhamdulillah mendapatkan respon yang positif, bahkan beliau sangat antusias agar Aceh Timur dapat mengikuti ajang ini, sebagai mana salah satu visi dan misinya yang tetap fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan juga mewujudkan pelaksanaan syariat Islam dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Peserta MQK dari Aceh Timur telah siap bersaing setelah mendapatkan pembinaan. “Kami optimis dengan kemampuan para santri yang diturunkan pada ajang tahun ini. Kita harapkan mereka dapat mengharumkan nama Aceh Timur,” harap Mahyuddin.
Dengan berpartisipasi dalam MQK Ke-IV, Kabupaten Aceh Timur menunjukkan komitmen untuk meningkatkan pendidikan Islam dan dunia dayah di Aceh Timur.
Ajang ini diikuti oleh 21 utusan dari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Aceh, dengan tiga kabupaten/kota yang tidak mengirimkan peserta, yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya, Subulussalam, dan Kota Langsa.
Mahyuddin juga menjelaskan bahwa awalnya, partisipasi Aceh Timur dalam ajang ini tidak pasti karena tidak ada anggaran yang dialokasikan. Namun, setelah Bupati Aceh Timur mengetahui hal ini, beliau langsung merespons positif dan memfasilitasi partisipasi Aceh Timur dalam MQK Ke-IV.
“Kita harapkan dengan partisipasi ini, Aceh Timur dapat menunjukkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Islam dan dayah,” pungkas Mahyuddin.