Banda Aceh | Anggota DPR Aceh, M Yusuf Pang Ucok, SH, mendesak Menteri ESDM untuk menambah kuota BBM solar di Aceh. Desakan ini disampaikan setelah adanya keluhan dari masyarakat tentang antrean panjang dan kelangkaan BBM solar di beberapa wilayah Aceh.
“Kelangkaan BBM solar ini sudah berlangsung lama dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami meminta pemerintah khususnya kementerian ESDM untuk segera menambah kuota BBM solar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Pang, dalam pernyataan persnya, pada Sabtu, 8 November 2025.
Ia juga meminta kepada Pertamina untuk memastikan pendistribusian BBM solar ke Aceh berjalan baik tanpa hambatan, terutama di wilayah-wilayah yang rawan kekurangan.
“Kami juga meminta agar Pertamina meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap penimbunan dan penyelipan BBM solar,” tambahnya.
Menurut Pang Ucok, kelangkaan BBM solar ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada perekonomian Aceh dan hilangnya akses kemanusiaan bagi masyarakat kecil.
“Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini,” katanya.
Pihaknya, kata Pang Ucok, akan terus memantau dan mengawasi distribusi BBM solar di Aceh. “Kami akan terus mendorong pemerintah untuk menambah kuota BBM solar dan meningkatkan distribusi ke Aceh,” tutupnya.
Kondisi ini sejalan dengan temuan nasional, berdasarkan data Kementerian ESDM dan Pertamina pada kuartal III 2025, kelangkaan solar terjadi karena kuota subsidi yang menipis, lonjakan permintaan di daerah, serta kendala distribusi akibat cuaca dan transportasi.
Komisi VII DPR bahkan menilai, “anomali kebijakan ESDM” menjadi salah satu biang kerok. Izin impor BBM yang kini hanya berlaku enam bulan dengan evaluasi tiap tiga bulan membuat suplai tidak stabil.
“Kalau biasanya satu tangki 16 ton, sekarang paling dikirim 8 ton, itu pun datangnya telat,” kata salah satu pengelola SPBU di Idi kepada BisaApa.co.id pada Kamis, 6 November 2025.

























