BIREUEN | Pemerintah Aceh dan entitas filantropi nasional meluncurkan kolaborasi lintas sektor untuk merespons krisis banjir bandang yang meluluhlantakkan infrastruktur dan memicu krisis multidimensi di tiga provinsi, termasuk Aceh.
Bantuan logistik darurat diserahkan kepada korban banjir di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi, atau yang akrab disapa Abu Salam, mewakili Gubernur Aceh dalam prosesi serah terima bantuan strategis pascabencana.
Bantuan ini merupakan hasil konsorsium dan tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility/CSR) dari tiga Non-Governmental Organization (NGO) berskala nasional: Salam Setara, platform crowdfunding Kitabisa, serta Miss Glam MFoundation.
“Kehadiran bantuan dari Salam Setara, Kitabisa, dan Miss Glam MFoundation bukan sekadar wujud karikatif, melainkan langkah strategis mitigasi risiko lanjutan. Kami dari Pemerintah Aceh mengapresiasi percepatan distribusi logistik ini, yang secara langsung menekan angka kerugian sosio-ekonomi masyarakat di level akar rumput,” ujar Abu Salam.
Bantuan yang disalurkan meliputi ribuan paket sembako, Family Kit (perlengkapan esensial keluarga), puluhan unit tenda pengungsian standar komersial, serta Mesin Air Reverse Osmosis (RO) untuk memecahkan masalah krisis air bersih dan mencegah waterborne diseases (penyakit menular lewat air) yang kerap muncul pascabanjir bandang.

























