BANDA ACEH | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 166 titik panas (hotspot) di wilayah Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 2 Januari 2026.
Prakirawan Cuaca BMKG Sultan Iskandar Muda, Dedi, mengatakan titik panas tersebut terpantau melalui sensor MODIS dan VIIRS dari satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA20.
“Dari total 166 titik panas, dua titik masuk kategori rendah, 153 titik kategori sedang, dan 12 titik kategori tinggi,” kata Dedi, Selasa, 27 Januari 2026.
Sebaran hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Aceh Barat, terutama di Kecamatan Bubon, Johan Pahlawan, Kaway XVI, Meureubo, dan Woyla Barat. Selain itu, titik panas juga terdeteksi di beberapa kabupaten lainnya di Aceh.
Terkait kondisi cuaca, Dedi menyebutkan bahwa dalam tiga hari ke depan wilayah Aceh diperkirakan cerah dan tidak terjadi hujan. Namun, potensi angin kencang dapat terjadi di Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang.
“Pola angin di wilayah Aceh umumnya bergerak dari timur laut hingga timur dengan kecepatan berkisar 4–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Sabang Banda Aceh dan Aceh Besar–Meulaboh,” ujarnya.
BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang laut 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa perairan Aceh.
Meski memasuki musim kemarau, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari, akibat pemanasan intens pada siang hari.
“Masyarakat diminta selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang dan berpotensi longsor,” kata Dedi.

























