Aceh Timur | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menggelar rapat kerja evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah memperkuat pelaksanaan program nasional tersebut di daerah. Rapat ini berlangsung di Aula Serbaguna Idi pada Jum’at, November 2025.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menekankan bahwa Program MBG merupakan perhatian nasional karena termasuk dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Asta Cita yang wajib disukseskan di seluruh daerah.
“Ini amanah besar dari Presiden. Kita di daerah harus pastikan pelaksanaannya benar, higienis, dan tepat sasaran. Jangan sampai ada insiden seperti yang terjadi di daerah lain,” tegas Bupati.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah poin penting, termasuk pentingnya ketersediaan data yang akurat dari seluruh pengelola dapur, pendataan penerima manfaat, bahan makanan, serta jumlah produksi harian harus benar-benar jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi intensif antarunsur Forkopimda dan penggunaan bahan pangan lokal untuk menjaga perputaran ekonomi di tengah masyarakat.
Seluruh dapur penyedia makanan bergizi harus memiliki sertifikat higienitas dan memenuhi standar kebersihan yang telah ditetapkan. Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi penghentian operasional sementara terhadap dapur yang belum memenuhi syarat tersebut.
Bupati memberikan waktu selama satu bulan kepada seluruh pengelola dapur agar segera melengkapi sertifikat dan memastikan kelayakan higienis terpenuhi.
Pengelola program diwajibkan melaporkan perkembangan pelaksanaan MBG secara berkala kepada Satgas Gizi Nasional.

























