ACEH TIMUR | Aktivitas jual beli di Pasar Lhoknibong, Kecamatan Pante Bidari, terganggu serius akibat gunungan sampah yang menumpuk dan menutupi akses utama pembelanjaan.
Tumpukan sampah rumah tangga dan limbah pasar terlihat mengular di tengah area pasar, menyisakan jalan sempit yang sulit dilalui pedagang maupun pembeli.
Pantauan BisaApa.co.id di lokasi, menunjukkan sampah dibungkus dalam berbagai karung plastik berwarna, bercampur sisa sayuran, buah-buahan, dan limbah organik lainnya. Bau menyengat tercium kuat, sementara genangan air kotor di sekitar tumpukan sampah menambah kesan kumuh dan tidak higienis.
Kondisi ini dikhawatirkan menjadi sumber penyakit, terutama bagi pedagang bahan pangan dan pengunjung pasar. Sejumlah pedagang mengeluhkan turunnya jumlah pembeli karena akses pasar yang semakin sulit.
“Pembeli enggan masuk ke dalam, jalannya tertutup sampah, baunya menyengat,” ujar Muhamdia, salah satu pedagang yang ditemui di lokasi.
Warga menilai persoalan sampah di Pasar Lhoknibong bukan masalah baru, melainkan persoalan berulang yang belum ditangani secara tuntas.
Minimnya armada pengangkut sampah, tidak adanya jadwal pembersihan rutin, serta lemahnya pengawasan disebut menjadi penyebab utama sampah terus menggunung.
“Kami harap kepada dinas DLHK Aceh Timur untuk segera turun tangan melakukan pembersihan menyeluruh dan membenahi sistem pengelolaan sampah pasar”, tandasnya.
Tanpa langkah cepat dan berkelanjutan, pasar rakyat yang menjadi denyut ekonomi warga Pante Bidari ini terancam berubah menjadi titik krisis kesehatan dan lingkungan.
Laporan | Nanda Rizki

























