ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengajak masyarakat Aceh untuk meninggalkan bayang-bayang masa lalu yang kelam dan menatap masa depan yang lebih cerah.
Hal ini disampaikan Al-Farlaky saat memberikan sambutan pada Acara Doa Bersama dan Peringatan Tragedi Idi Cut – Arakundo di lapangan bola kaki Matang Geutou, Kecamatan Darul Aman, pada Sabtu, 14 Februari 2026.
“Biaya perang lebih mahal daripada biaya perdamaian. Maka, kita harus menjaga perdamaian dan mengisinya dengan pembangunan serta peningkatan sumber daya manusia,” kata Al-Farlaky dengan nada yang penuh semangat.
Ia menekankan bahwa Aceh telah mengalami tragedi berdarah, namun masyarakat tidak boleh terperangkap dalam kesedihan dan dendam.
“Kita harus bersatu dan menatap masa depan yang lebih cerah, seperti pesan Almarhum Tengku Hasan Muhammad Di Tiro,” ujarnya.
Politisi muda partai Aceh itu juga meminta pemerintah pusat untuk menjalankan janji-janji terkait dengan Aceh, termasuk pelaksanaan Undang-Undang Pemerintah Aceh dan butir-butir MoU Helsinki yang kongkrit.
Ia berharap, kader-kader Aceh ke depan dapat bersaing di kancah nasional dan internasional.
“Marilah kita bersatu padu, agar Aceh dapat dilihat dari kacamata Jakarta bahwa kita tidak terpecah-pecah, kita bersatu padu,” pungkas Al-Farlaky.

























