ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pada ruas jalan lintas provinsi Peureulak–Pinding–Gayo Lues.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul kondisi jalan yang rusak parah akibat bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.
“Jalur ini sangat penting bagi akses masyarakat Gayo Lues dan Peureulak. Kita mendesak Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera mempercepat pembangunan karena masih terdapat sejumlah titik longsor dan jalan amblas di sana,” kata Al-Farlaky dalam keterangan resmi yang diterima BisaApa.co.id, Senin (26/1/2026).
Ruas jalan provinsi tersebut merupakan nadi perekonomian masyarakat. Jalur ini setiap hari digunakan untuk distribusi hasil alam dari Gayo Lues ke berbagai daerah seperti Aceh Timur, Langsa, hingga Sumatera Utara, dan sebaliknya menjadi jalur pasokan kebutuhan masyarakat ke wilayah Gayo Lues.
Kerusakan jalan akibat banjir dan longsor sepanjang 116 KM dari Kecamatan Peureulak Barat hingga Perbatasan Gayo Lues yang tersebar di 30 titik, dengan dua titik di antaranya mengalami kerusakan parah hingga badan jalan hilang total. Selain itu, terdapat 4 titik jembatan yang rusak berat.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah melayangkan surat resmi kepada Gubernur Aceh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, meminta rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan Peureulak–Pinding–Blang Kejren.
Al-Farlaky juga menyarankan agar jalan provinsi itu dapat ditingkatkan statusnya sebagai jalan Nasional sehingga proses percepatan pembangunan terwujud.
“Kita juga pernah mengusulkan saat Kepala Staf Presiden (KSP) berkunjung ke Lokop agar jalan provinsi bisa dialihkan ke jalan Nasional,” katanya.

























