Jakarta – Budi Arie Setiadi, sosok yang kembali memimpin Projo, memiliki latar belakang yang menarik. Dari aktivis kampus hingga pengusaha sukses, Budi Arie telah menapaki berbagai jalur untuk mencapai puncak kekuasaan.
Lahir di Jakarta pada 20 April 1969, Budi Arie memulai karirnya sebagai aktivis kampus Universitas Indonesia pada era 1990-an. Namun, ia tidak hanya berhenti di situ. Budi Arie juga terjun ke dunia bisnis, mendirikan dan memimpin PT Mandiri Telekomunikasi Utama, perusahaan yang bergerak di sektor teknologi dan komunikasi.
Selain itu, Budi Arie juga terlibat dalam beberapa entitas usaha lain, seperti NKR Investama, Sarana Global Informasi, dan Miitra Lumina Indonesia. Semua perusahaan ini bergerak di bidang non media dan telekomunikasi.
Karir politik Budi Arie kian menanjak saat ia dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi periode 2019–2023. Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) pada Juli 2023, menggantikan Johnny G. Plate yang tersandung kasus korupsi BTS.
Namun, masa jabatannya di Kominfo tidak lepas dari sorotan. Nama Budi Arie sempat muncul dalam dakwaan kasus judi online yang menyeret sejumlah pejabat kementerian. Ia disebut-sebut mengetahui proses “pengamanan situs judi online”, meski kemudian membantah terlibat langsung.
Kini, pasca lengser dari kabinet dan kembali memimpin Projo, Budi Arie membawa arah baru bagi organisasi tersebut. Dalam pidato kongresnya awal November 2025, ia menegaskan bahwa Projo bukan lagi organisasi yang berpusat pada figur Jokowi, tetapi sebuah gerakan relawan yang siap “bertransformasi” mendukung pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai, jaringan bisnis dan politik Budi Arie tetap menjadi faktor kuat di balik pergerakan Projo. Jejak bisnisnya memperlihatkan kemampuan mengelola sumber daya dan jaringan komunikasi. Tapi tantangannya kini adalah menjaga batas antara kepentingan politik, publik, dan ekonomi pribadi.
Dalam lanskap politik pasca Jokowi, Budi Arie masih menjadi figur penting jembatan antara dunia usaha, relawan, dan kekuasaan. Baik di ruang politik maupun ekonomi, pengaruhnya masih terasa kuat.
Jejak korporasi yang panjang dan kedekatan dengan lingkar kekuasaan membuat Budi Arie tetap menjadi figur strategis di persimpangan antara relawan, bisnis, dan kekuasaan. Di tangan Budi, Projo tampak bukan sekadar mesin politik tapi juga jembatan kepentingan yang melintas dari ruang kabinet ke ruang korporasi.

























