BANDA ACEH | Klaim bahwa tidak ada lagi penyintas banjir yang tertahan di tenda-tenda pengungsian adalah kebohongan yang sangat menyakitkan. Ini bukan hanya tentang angka-angka dan laporan, tapi tentang manusia yang masih berjuang untuk bertahan hidup.
118 hari sudah berlalu sejak banjir besar melanda Aceh, dan masih ribuan orang yang terpaksa hidup di tenda-tenda pengungsian. Mereka tidak meminta banyak, hanya rumah dan air bersih. Tapi apakah itu terlalu banyak untuk diminta?
Pemerintah pusat tidak boleh terus-menerus memproduksi kebohongan. Mereka harus memiliki nyali untuk mengakui kenyataan pahit: bahwa masih banyak yang menderita, bahwa masih banyak yang belum mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.
Kita tidak meminta pemerintah untuk menjadi pahlawan, tapi setidaknya jujur. Jangan rusak hati nurani hanya demi menyenangkan atasan. Jangan biarkan kebohongan menjadi budaya.
Masyarakat Aceh tidak butuh omong kosong dan omon-omon, mereka butuh tindakan nyata untuk asa dan harapan. Mereka butuh pemerintah yang bekerja dengan jujur dan transparan.
Nyalakan api kepedulian di hati, walau redup. Karena di tengah bencana, kejujuran adalah yang paling berharga.

























