• Terbaru
Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Ketuk Pintu Dewan HAM PBB

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Ketuk Pintu Dewan HAM PBB

26 Desember 2025
Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

21 Maret 2026
Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

21 Maret 2026
Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

19 Maret 2026
Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

18 Maret 2026
7,5 Ton Daging Meugang Bantuan Presiden Disalurkan ke 905 KK di Aceh Besar

7,5 Ton Daging Meugang Bantuan Presiden Disalurkan ke 905 KK di Aceh Besar

18 Maret 2026
Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

18 Maret 2026
Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

18 Maret 2026
Deadline 14 April, Warga Aceh Timur Diminta Kumpulkan Bukti Kepemilikan Lahan

Deadline 14 April, Warga Aceh Timur Diminta Kumpulkan Bukti Kepemilikan Lahan

18 Maret 2026
Progres Jembatan Woyla Aceh Barat Masih Nol Besar

Progres Jembatan Woyla Aceh Barat Masih Nol Besar

17 Maret 2026
Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp 100,9 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh Timur

Mensos dan Mendagri Salurkan Bantuan Rp 100,9 Miliar untuk Korban Banjir di Aceh Timur

16 Maret 2026
Polres Langsa Ungkap Kasus Narkoba, 2.039 Gram Sabu Diamankan

Polres Langsa Ungkap Kasus Narkoba, 2.039 Gram Sabu Diamankan

16 Maret 2026
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri24 Tak Berubah

Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, UBS dan Galeri24 Tak Berubah

15 Maret 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Ketuk Pintu Dewan HAM PBB

Redaksi Penulis Redaksi
Jumat, 12/26/2025 | 20:30 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil Aceh Ketuk Pintu Dewan HAM PBB

Konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil Aceh. (Foto: Dok. Ist).

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

LHOKSEUMAWE | Genap satu bulan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh sejak 26 November 2025, negara dinilai masih gagal keluar dari pola lama yang lamban, parsial, dan minim akuntabilitas.

Kondisi itu mendorong Koalisi Masyarakat Sipil Aceh membawa krisis kemanusiaan ini ke level internasional, dengan melaporkan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) kepada Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa.

Dalam konferensi pers yang digelar Jum’at, 26 Desember 2025, perwakilan masyarakat sipil Aceh, Cut Mutia, menyatakan bahwa penanganan bencana oleh pemerintah tidak lagi bisa dibaca semata sebagai persoalan teknis kebencanaan, melainkan sudah memasuki wilayah kegagalan negara memenuhi kewajiban HAM warganya.

“Negara tidak boleh berlindung di balik narasi bencana alam. Ketika hak atas perumahan layak, kesehatan, pangan, air bersih, dan perlindungan sosial tidak dipenuhi, maka itu sudah menjadi persoalan hak asasi manusia,” kata Cut Meutia.

Data Posko Tanggap Darurat Aceh per 23 Desember 2025 menunjukkan skala krisis yang mencemaskan: 2.017.542 jiwa terdampak di 18 kabupaten/kota, 202 kecamatan, dan 3.543 desa.

Baca Juga :  Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Korban meninggal tercatat 502 orang, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang. Lebih dari 374 ribu jiwa masih hidup sebagai pengungsi di 2.174 titik, banyak di antaranya tanpa kepastian relokasi maupun jaminan hidup yang layak.

Namun, menurut Cut Meutia, besarnya angka korban tidak sebanding dengan keseriusan respons negara. Di lapangan, pengungsian masih didominasi tenda darurat yang tidak memenuhi standar kemanusiaan.

Akses air bersih dan sanitasi yang minim, layanan kesehatan terbatas. Bahkan, di beberapa lokasi, warga terpaksa menggunakan air banjir yang tercemar untuk memasak dan memenuhi kebutuhan bayi.

“Ini bukan lagi soal logistik terlambat. Ini soal pembiaran sistematis terhadap risiko kesehatan dan keselamatan warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunker Ke Simpang Jernih, Al-Farlaky Tinjau Jembatan Gantung Hingga Progres Huntara

Lebih jauh, Kerusakan infrastruktur pun mencerminkan rapuhnya tata kelola penanganan bencana. Sedikitnya 1.098 titik jalan, 492 jembatan, dan 124.545 rumah rusak.

Puluhan ribu hektare lahan pertanian dan tambak yang menjadi urat nadi ekonomi warga telah hancur. Hingga kini, belum ada peta pemulihan ekonomi yang transparan dan terukur dari pemerintah pusat maupun daerah.

Masyarakat sipil menilai situasi ini bertentangan langsung dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang mewajibkan negara menjamin pemenuhan kebutuhan dasar korban.

Indonesia juga terikat pada Kovenan Internasional Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya (ICESCR) yang telah diratifikasi melalui UU Nomor 11 Tahun 2005.

“Ketika negara sudah punya instrumen hukum nasional dan komitmen internasional, tetapi korban tetap hidup tanpa air bersih dan layanan kesehatan, maka ada masalah serius dalam kehendak politik,” tagas Cut Meutia.

Baca Juga :  Mendagri dan Mensos Hadiri Bukber Pemprov Aceh di Masjid Raya Baiturrahman

Atas dasar itu, pihaknya secara resmi mengajukan desakan kepada Dewan HAM PBB agar melakukan pemantauan independen, mengirimkan urgent appeal kepada Pemerintah Indonesia, serta mempertimbangkan penugasan Pelapor Khusus PBB terkait perumahan, kesehatan, air bersih, dan pengungsian internal.

Mereka juga meminta jaminan perlindungan bagi relawan, jurnalis, dan pembela HAM yang bekerja di wilayah terdampak.

“Bencana tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan rakyat menderita. Ketidakhadiran negara dalam situasi krisis adalah pelanggaran terhadap martabat manusia itu sendiri”, tandasnya.

Lebih lanjut Cut Meutia menegaskan, langkah ini bukan bentuk internasionalisasi konflik atau intervensi politik.

“Ini adalah mekanisme kemanusiaan yang sah ketika negara belum mampu atau belum mau hadir secara utuh”, tutupnya.

MengirimMenciak

Baca Juga

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir
Umum

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

21 Maret 2026
Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim
Umum

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

21 Maret 2026
Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan
Umum

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

19 Maret 2026
Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak
Umum

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

18 Maret 2026
Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran
Umum

Bupati dan Kapolres Aceh Timur Tinjau Pos Pengamanan Mudik Lebaran

18 Maret 2026
Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus
Umum

Empat Anggota Bais TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus

18 Maret 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Bantah Jubir SAH, Muntasir Age Angkat Bicara

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Bupati Al-Farlaky dan Forkompimda Lepas Pawai Takbir

Penulis Redaksi
21 Maret 2026

#Konvoi Pawai Takbir Keliling di Aceh Timur Meriah ACEH TIMUR | Pelaksanaan pawai takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya...

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Pang Ucok Tutup Ramadan dengan Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim di Simpang Ulim

Penulis Redaksi
21 Maret 2026

ACEH TIMUR | Di akhir bulan Ramadan yang penuh berkah, Anggota DPR Aceh, M Yusuf Pang Ucok SH, yang dikenal...

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Bupati Aceh Timur Pastikan Stok BBM Aman, Imbau Masyarakat Tak Terpancing Isu Kelangkaan

Penulis Redaksi
19 Maret 2026

ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Kapolres Aceh Timur AKBP Iwan Kurniadi, meninjau Stasiun Pengisian Bahan...

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Gandeng BSI, Bupati Aceh Timur Santuni 476 Anak Yatim di Ranto Peureulak

Penulis Redaksi
18 Maret 2026

ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), menyantuni 476 anak yatim yang berasal...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In