BANDA ACEH | Ketua Umum DEMA FUF, Zuhari Alvinda Haris, mengecam pengadaan mobil dinas Badan Reintegrasi Aceh (BRA) senilai Rp 20 miliar. Ia menilai kebijakan itu tidak peka terhadap kondisi masyarakat Aceh yang masih terdampak bencana.
“Dalam kondisi sekarang, Pemerintah Aceh tidak boleh abai dalam menentukan arah penggunaan anggaran. Mengalokasikan dana sebesar itu untuk pengadaan yang tidak mendesak adalah keputusan yang keliru,” kata Zuhari.
Zuhari mengatakan, nilai Rp 20 miliar bukan jumlah kecil dan seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat yang tengah mengalami kesulitan akibat bencana.
“Uang rakyat harus kembali kepada rakyat, bukan untuk kepentingan birokrasi.”
Mahasiswa mendesak pemerintah Aceh membatalkan pengadaan mobil dinas BRA dan mengalihkan anggaran untuk penanganan dampak bencana dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Dana yang dialokasikan pemerintah pusat maupun daerah seharusnya digunakan untuk membantu rakyat yang terdampak, bukan untuk kepentingan birokrasi,” tegasnya.

























