ACEH TIMUR | Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, atas kepemimpinannya dalam penanganan pascabanjir di Aceh Timur.
Mendagri menilai kepemimpinan Bupati Aceh Timur sangat kuat dan efektif dalam mengkoordinasikan penanganan bencana.
Apresiasi itu disampaikan Mendagri saat mengunjungi Gampong Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari pada Kamis 22 Januari 2026, bersama Kepala BNPB pusat Letjen TNI Surhayanto.
“Ini tidak terlepas dari semangat Bupati. Saya lihat mental dan gaya kepemimpinannya sangat kuat,” kata Tito.

Mendagri juga memastikan kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan meskipun masih menggunakan tenda darurat.
Pemerintah pusat akan menambah fasilitas pendukung pendidikan seperti tenda untuk guru, papan tulis, seragam, alat tulis, dan meja lipat.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Kepala BNPB di Gampong Sahraja.
“Kehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah,” ujar Al-Farlaky.
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap masyarakat Aceh Timur yang terdampak bencana banjir.
“Kehadiran Bapak Menteri dan Kepala BNPB menjadi penyemangat bagi masyarakat kami yang sedang menghadapi musibah. Ini juga menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir dan serius dalam memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan dengan baik,” ujar Al-Farlaky.
Usai mendampingi kunjungan Mendagri, Bupati Al-Farlaky kembali meninjau dusun-dusun di Sahraja dan berdialog langsung dengan warga.
“Kami ingin memastikan seluruh data warga terdampak tercatat. Tidak boleh ada yang tertinggal. Kami minta perangkat gampong mengecek kembali agar semua bisa menerima bantuan hunian sementara,” tegasnya.
Kepada masyarakat, Bupati Al-Farlaky mengimbau agar tetap bersabar dan menegaskan bahwa pemerintah terus bekerja maksimal untuk pemulihan.
“Kami tidak diam. Pemerintah bekerja semaksimal mungkin agar masyarakat bisa kembali pulih seperti sedia kala,” pungkas Al-Farlaky.

























