ACEH TIMUR | M. Yusuf Pang Ucok, S.H, kader Partai Aceh kembali menggelar Pendikan Politik (Dikpol) bagi pemuda-punuda milenial atau kader akar rumput perjuangan yang menamakan diri Muda Seunambong Indatu (MASA).
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu malam, 23 November 2025 di Pante Bidari, turut mengusung tema “Penguatan Ideologi Ke-Acehan dan Peningkatan Peran Kader Partai Dalam Pembangunan di Aceh”.
Dikpol tersebut turut diikuti puluhan kader MASA dan berjalan khidmat dengan semangat antusiasme yang luar biasa dari generasi muda yang.

Dalam sambutannya, Pang Ucok yang juga sebagai Pembina MASA mengatakan bahwa milenial harus berperan aktif mengambil panggung-panggung politik akar rumput untuk arah pembangunan Aceh kedepan.
“Untuk pembangunan Aceh kedepan, identitas dan moralitas kita sebagai orang Aceh harus mampu membawa rakyat Aceh yang sejahtera, adil dan makmur. Kita harus bisa memahami bagaimana kondisi batin masyarakat kita untuk kita resolusikan jalan peradaban”, ujar Pang Ucok.
Aiyub Basyah, salah seorang kader perjuangan yang pernah melalang buana di Denmark, turut menyampaikan Wejangan Politik kepada kaula muda yang sangat bersemangat tinggi.
“Jangan lihat ini dari perspektif agama, tapi lihatlah dari sisi politik, bahwa bangsa Israel pernah kehilangan identitas, tetapi mereka kembali berjuang dimulai dari komunitas kecil dan mampu membangun kembali identitas yang kuat”, ujarnya dengan penuh motivasi.

Sementara itu, Tokoh masyarakat dapil setempat, Abi Sanusi, menyampaikan kekompakan adalah kekuatan untuk terus maju.
“Untuk membangun rumah kita memerlukan pondasi, papan, pintu maupun hal lainnya, mereka mempunyai fungsi dan tugas berbeda untuk menjadi sebuah hal yang bisa kita sebut rumah”, jelasnya.
Dilain sisi, Jamal Jei, pemuda MASA, menegaskan pentingnya idealisme tinggi untuk membangun Aceh dari dalam, sehingga Aceh bisa maju sesuai keinginan masyarakat.
Acara tersebut ditutup dengan doa yang di pimpin Tgk Munir sebagai keberkahan dari Dikpol.
Acara ini turut dihadiri Abon Husaini, Tokoh Masyarakat, Staf Haji Uma, Muhammad Furqan, mantan Panglima Sagoe Pante Bidari, Hambali (Pang Bali), dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

























