BANDA ACEH | Pemerintah Aceh kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi untuk keempat kalinya. Keputusan tersebut diambil Gubernur Aceh setelah memimpin rapat Forkopimda pada Kamis, 22 Januari 2026.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan perpanjangan status tanggap darurat ini berlaku selama tujuh hari, terhitung mulai 23 hingga 29 Januari 2026. Perpanjangan dilakukan karena penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah belum sepenuhnya tuntas, termasuk masih adanya gampong yang terisolir.
“Berdasarkan hasil rapat Forkopimda, Gubernur Aceh memutuskan perpanjangan keempat status tanggap darurat bencana Aceh selama tujuh hari ke depan,” kata Muhammad MTA.
Keputusan tersebut mempertimbangkan surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 300.1.7/e.98/BAK tertanggal 21 Januari 2026 tentang perpanjangan status tanggap darurat bencana di Provinsi Aceh.
Gubernur Aceh menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) serta menghimbau seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat koordinasi dengan Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana, kementerian, lembaga, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pemerintah Aceh juga diminta menuntaskan pembersihan lingkungan permukiman penduduk, sarana ibadah, sekolah, pasar, sawah, dan kebun warga yang terdampak bencana.
Selain itu, pemenuhan kebutuhan logistik bagi seluruh korban bencana menjadi prioritas, khususnya bagi sepuluh gampong di Kabupaten Aceh Tengah yang hingga kini masih dilaporkan terisolir.
Gubernur Aceh turut menekankan pentingnya percepatan pemulihan mata pencaharian masyarakat terdampak agar aktivitas ekonomi warga dapat kembali berjalan.
Dalam aspek perencanaan, dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) diwajibkan rampung paling lambat pada 2 Februari 2026.
Pemerintah Aceh berharap melalui perpanjangan tanggap darurat ini, seluruh penanganan darurat, pemulihan, serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih optimal dan terkoordinasi.

























