JAKARAT | Sebuah operasi rahasia yang dilakukan oleh pasukan Delta Force Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam sebuah aksi yang berlangsung hanya dalam beberapa menit.
Menurut laporan PrimeNews24, pasukan Amerika tidak perlu bertempur untuk masuk ke dalam istana kepresidenan, karena penjaga perimeter luar telah diperintahkan untuk mundur.
Kamera keamanan dinonaktifkan dan sistem alarm dimatikan, sehingga pasukan Delta Force dapat mencapai kamar pribadi Maduro tanpa hambatan. Hanya dua pengawal yang tersisa, dan keduanya langsung menyerah tanpa melepaskan satu pun tembakan.
Dari pendaratan hingga lepas landas, seluruh proses ekstraksi memakan waktu kurang dari dua belas menit. Operasi ini dimulai lebih dari setahun lalu, dengan titik lemah utama sistem keamanan Maduro adalah para pengawalnya yang mengalami kesulitan ekonomi yang sama seperti warga Venezuela lainnya.
Tiga pengawal Maduro direkrut oleh Amerika, termasuk pengawal senior dengan seorang putri yang sakit parah dan tidak dapat memperoleh perawatan medis di Venezuela, pengawal muda yang frustrasi terhadap sistem yang lebih mengutamakan loyalitas politik daripada kemampuan, dan pengawal senior sejak masa Chavez yang kecewa melihat ulah Maduro.
Amerika menawarkan 10 hingga 20 juta dolar AS per orang, identitas baru, kewarganegaraan AS, dan evakuasi aman bagi keluarga mereka. Akhirnya, sedikitnya delapan anggota pengamanan Maduro telah dikompromikan, dan operasi ini dapat dilakukan dengan sukses.

























