LHOKSEUMAWE | Warga dari Desa Batuphat Barat dan Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, memprotes kepala desa masing-masing lantaran nama mereka tidak masuk daftar korban banjir. Para warga pun ikut menyegel kantor desa setempat.
Camat Muara Satu, Muntazir Ramli, mengatakan bahwa warga menyegel kantor desa untuk meminta kembali dilakukan verifikasi rumah yang terdampak banjir.
“Warga meminta untuk membuka kembali kantor desa untuk memudahkan administrasi,” kata Muntazir.
Muntazir mengutip surat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebutkan pemerintah daerah agar melakukan verifikasi dan validasi kembali data penerima bantuan berdasarkan hasil reviu, kemudian menetapkannya melalui keputusan kepala daerah sebagai dasar penyaluran kepada masyarakat penerima bantuan.
“InsyaAllah akan ada bantuan perbaikan rumah untuk tahap dua,” imbuhnya.
Sebelumnya, ratusan warga yang kesal karena tidak mendapat dana bantuan perbaikan rumah rusak akibat banjir besar menyegel Kantor Keuchik Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.
Warga protes pendataan rumah rusak imbas bencana banjir tidak adil dan penyaluran dana bantuan dari pemerintah tidak merata.

























