Aceh Singkil | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan dana sebesar Rp 2,2 miliar untuk membeli empat unit mobil dinas baru, serta pengadaan iPad dan iPhone senilai Rp 90 juta.
Kebijakan ini memicu protes dan kritikan dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Aceh Singkil.
Surya Padli, Koordinator LMND Aceh Singkil, mengatakan bahwa kebijakan ini sangat tidak relevan dengan kondisi Aceh Singkil saat ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Aceh Singkil merupakan kabupaten termiskin di Provinsi Aceh.
Selain itu, garis kemiskinan di Aceh Singkil terus meningkat, menandakan bahwa semakin banyak warga yang hidup di bawah standar kebutuhan layak.
“Lebih urgensi pengadaan mobil dinas pejabat, iPad, dan iPhone daripada pengentasan kemiskinan?” tanya Surya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Aceh Singkil harus memiliki rasa malu dan segera melakukan pengkajian ulang terhadap kebijakan ini.
Polemik ini bahkan menjadi perbincangan tingkat nasional, bukan karena prestasi, melainkan karena sensasi pembelian barang mewah untuk pejabat di saat daerah dalam kategori termiskin.
Surya menegaskan bahwa kebijakan ini sangat melukai hati masyarakat, terutama ketika harga bahan pokok tidak stabil, jalan masih rusak, dan kurangnya lapangan pekerjaan.
LMND Aceh Singkil desak Pemkab untuk fokus pada perbaikan ekonomi masyarakat dan segera menarik kembali kebijakan pembelian mobil dinas mewah.
“Jangan membuat kebijakan yang tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Surya.
Ia berharap Bupati dan Wakil Bupati tetap fokus pada visi dan misi dalam menyikapi persoalan utama masyarakat.