ACEH TIMUR | Dalam upaya memperkuat solidaritas dan kesatuan di barisan kaum perempuan, Komite Peralihan Aceh (KPA) Sagoe Simpang Ulim, Wilayah Peureulak, menggelar acara Silaturrahmi dan Santunan Panglima Simpang Ulim dengan Jajaran Para Janda Prang dan Putroe Aceh.
Acara yang berlangsung di kompleks SMAN 1 Simpang Ulim pada Minggu, 8 Febuari 2026, turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dan pejuang perempuan Aceh kawasan setempat.
Panglima Sagoe Simpang Ulim, Fadil Muhammad atau lebih dikenal King Meker, menekankan pentingnya kebersamaan dan kesatuan dalam barisan perjuangan.

“Kita harus tetap solid dan utuh, karena dengan kebersamaan kita bisa mencapai tujuan dan tetap berdiri kokoh,” ujarnya.
King Meker juga mengajak para pejuang perempuan untuk tetap setia kepada perintah Muzakir Manaf (Mualem), Panglima KPA Pusat.
“Perintah Mualem agar kita tetap bersatu, apapun yang terjadi. Jika kita tercerai berai, maka kita akan rapuh dan mudah diserang,” tegasnya.

Acara yang diakhiri dengan khenduri bersama itu, dihadiri oleh Jalaluddin (Abi Jala) Anggota DPRK Aceh Timur Fraksi PA, Panglima Sagoe Pante Bidari Pang Tublen, tokoh Kecamatan setempat, Pang Baret dan Hambali.
Tak hanya itu, tokoh pemuda setempat seperti Eri Ezi atau dikenal Bung Erik dan Aizuddin juga memeriahkan acara tersebut, dan tokoh-tokoh agama setempat. Solidaritas dan kesatuan perempuan Aceh kembali diperkuat dalam acara tersebut.

























