ACEH BARAT DAYA | Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBaR-GB) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendesak Dinas Pendidikan Aceh untuk mengevaluasi penunjukan Irma Suryani sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah setempat.
Ketua KoBaR-GB Abdya, Rusli, menyatakan bahwa pengangkatan Irma Suryani tidak mempertimbangkan rekam jejak prestasi yang jelas. “Saat menjabat sebagai Kepala SMK 5 Abdya, minat siswa di sekolah tersebut justru rendah dan jumlah siswa terus berkurang,” ujar Rusli di Blangpidie pada Sabtu, 7 Febuari 2026.
Rusli juga menyorot mutasi Irma ke SMK 1 Abdya sebelumnya, yang ia duga bukan berdasarkan kompetensi murni melainkan kedekatan dengan pejabat lama.
“Jika bukan karena kedekatan, sulit menjelaskan mengapa posisi itu diberikan kepadanya,” tegas Rusli.
KoBaR-GB menaruh harapan besar pada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh), untuk membenahi birokrasi pendidikan di Aceh.
Rusli berharap kepemimpinan baru nantinya benar-benar menjalankan proses pengangkatan kepala sekolah sesuai prosedur yang berlaku tanpa intervensi pihak luar.

























