MENJADI janda di usia muda bukanlah akhir dari segalanya. Berikut kisah seorang wanita yang berjuang mencari kebahagiaan baru setelah perceraian.
Saya menjadi janda pada usia 30 tahun, setelah pernikahan yang hanya bertahan dua tahun.
Rasanya seperti dunia runtuh, dan saya merasa seperti makhluk anti-sosial yang mengurung diri dari dunia luar.
Tapi, saya sadar bahwa perceraian adalah jalan yang harus saya tempuh untuk berbahagia.
Saya tidak bisa terus-menerus meratapi kegagalan pernikahan saya. Saya harus bangkit dan mencari kembali kebahagiaan.
“Saya tidak ingin perceraian menghancurkan saya. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa lebih kuat dan lebih percaya diri,” kata saya.
Sekarang, empat tahun setelah perceraian, saya merasa lebih kuat dan lebih percaya diri.
Saya sadar bahwa ‘kemunduran’ yang saya alami justru menjadi fase bagi saya untuk bergerak maju.
Kita semua berhak untuk memperjuangkan kebahagiaan masing-masing, dan saya tidak akan membiarkan perceraian menghancurkan saya.
Saya akan terus maju, dan mencari kebahagiaan yang saya inginkan.

























