ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa dengan turun langsung menyambut warga korban banjir yang menggelar aksi unjuk rasa di gerbang Pendopo Bupati, Kamis (2/4/2026).
Dengan penuh keberanian dan ketegasan, Bupati Al-Farlaky menjawab satu per satu tuntutan warga, membuat suasana panggung orasi menjadi penuh perhatian.
Di hadapan massa, Bupati Al-Farlaky menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan para penyintas banjir di Aceh Timur.
“Sejak awal bencana terjadi, saya langsung bergerak cepat turun ke lapangan untuk membantu masyarakat terdampak,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Politisi muda Partai Aceh itu juga merespons tuntutan warga terkait transparansi data korban banjir dan penerima bantuan.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah mengusulkan sebanyak 25.000 data korban banjir pada tahap pertama, serta 16.000 data pada tahap kedua,” jelasnya.
Dengan semangat yang membara, Bupati Al-Farlaky menyatakan, “Data inilah yang akan kita perjuangkan bersama, 25.000 ditambah 16.000. Tentunya kita tidak diam dan terus berupaya agar seluruhnya dapat terealisasi.”
Mantan aktivis Aceh itu juga menginstruksikan seluruh kecamatan untuk mendirikan posko pengaduan secara berjenjang hingga ke tingkat kabupaten yang dipusatkan di Pendopo Bupati.
“Silakan manfaatkan posko ini untuk melaporkan jika ada penyintas banjir yang belum terdata,” serunya kepada warga.
Dalam penjelasannya, ia juga mengingatkan agar tidak terjadi miskomunikasi di tingkat gampong hingga kecamatan.
“Kami selaku kepala daerah telah menyampaikan secara jelas dan tegas mekanisme penyaluran bantuan serta proses pendataan,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Bupati Al-Farlaky berharap masyarakat dapat bersabar mengikuti proses yang sedang berjalan.
“Kami berkomitmen memperjuangkan seluruh data yang telah diusulkan. Pemerintah akan selalu bersama masyarakat dan tidak akan meninggalkan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana ini,” pungkasnya dengan penuh komitmen.

























