ACEH TIMUR | Tidak ada gol dalam 90 menit. Tapi Lapangan Benteng Pertamina, Ranto Peureulak, tetap meledak.
Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan partai final Piala Bupati Aceh Timur Cup II pada Rabu, 22 Juli 2026). Gratis dan tanpa tiket masuk.
Final mempertemukan Kecamatan Darul Ihsan melawan Julok. Laga berlangsung alot sejak menit awal. Babak pertama berakhir 0-0. Kedua tim tampil disiplin dan saling menunggu celah.

Memasuki babak kedua, Darul Ihsan meningkatkan tempo. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke pertahanan Julok. Julok sesekali membalas lewat serangan balik cepat. Jual beli serangan tersaji, namun kokohnya lini belakang membuat skor tetap kaca hingga peluit panjang.
Adu penalti pun tak terhindarkan. Di titik 12 pas, Darul Ihsan tampil lebih tenang. Mereka menang 3-0 dan memastikan gelar juara. Julok harus puas sebagai runner-up.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyebut turnamen ini lebih dari sekadar kompetisi.
“Piala Bupati bukan hanya ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga hiburan dan pesta rakyat yang kami persembahkan untuk masyarakat Aceh Timur,” kata Al-Farlaky saat menutup turnamen.
Ia menegaskan seluruh pertandingan digratiskan. “Masyarakat tidak dipungut biaya tiket masuk. Yang dipungut hanya parkir oleh panitia dan pemuda setempat. Selebihnya gratis karena ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Aceh Timur dan pecinta sepak bola,” ujarnya.

Untuk 2027, Bupati berencana menggelar turnamen di dua lokasi sekaligus: Kecamatan Julok dan Peureulak Timur. Survei kesiapan lapangan dan fasilitas akan dilakukan terlebih dahulu.
Kepada Julok yang kalah, Al-Farlaky memberi motivasi. “Jangan berkecil hati. Permainan kalian luar biasa. Teruslah berlatih. Saya berharap suatu saat ada pemain Aceh Timur yang tampil di Liga 2 bahkan Liga 1 Indonesia,” pesannya.
Panitia juga mengumumkan penghargaan individu. Top Skor diraih Muzakir Mane dari Pante Bidari. Pemain Terbaik jatuh kepada Iklastul Amal dari Julok.
“Turnamen ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mempererat persaudaraan antarkecamatan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas dan pembinaan sepak bola di Aceh Timur,” tutup bupati Al-Farlaky.

























