ACEH TIMUR | Harapan pembudidaya tambak di Aceh Timur untuk bangkit pascabanjir mulai menemukan titik terang.
Rabu (16/9/2026), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menyalurkan bantuan 4,2 juta ekor benur udang vaname yang ditebar secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyebut kedatangan bantuan ini sebagai hasil lobi dan koordinasi intensif Pemkab dengan pemerintah pusat.

“Penebaran hari ini merupakan langkah awal secara simbolis di Kecamatan Peureulak. Selanjutnya, program ini kita harapkan dapat dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lain yang juga terdampak banjir,” kata Al-Farlaky.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 5 gampong di Peureulak yang sudah siap tebar, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih dan Paya Lipah. Total lahan yang digarap 120 hektare.
Al-Farlaky menjelaskan, banjir November 2025 lalu berdampak besar pada sektor perikanan. Dari 18.810 hektare lahan tambak di Aceh Timur, sekitar 313 hektare di Peureulak rusak. Kerusakannya mulai dari tanggul jebol, pintu air patah, hingga pendangkalan saluran karena lumpur.
“Pascabanjir kita terus melakukan pendataan. Tujuannya memastikan masyarakat terdampak mendapat perhatian agar bisa kembali berusaha,” ujarnya.
Melalui UPT Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee, KKP RI menyalurkan benur untuk menghidupkan kembali aktivitas budidaya yang sempat lumpuh.
Bupati Al-Farlaky mengapresiasi dukungan KKP dan menegaskan Pemkab tidak akan berhenti mengawal.
“Pemerintah kabupaten tidak berdiam dan terus mengawal program rehab rekon ini di segala lini. Kita berharap pemerintah pusat tidak meninggalkan kita,” pungkas Al-Farlaky.

























