ACEH TIMUR | Kecamatan Simpang Ulim menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan perbaikan rumah rusak terbanyak di Kabupaten Aceh Timur.
Dari 21 kecamatan yang masuk program, Simpang Ulim mencatat 720 unit rumah rusak ringan dan 591 unit rumah rusak sedang sebagai penerima manfaat.
Hingga saat ini, bantuan untuk 100 unit rumah rusak ringan dan 50 unit rumah rusak sedang di kecamatan tersebut sudah disalurkan melalui Bank Syariah Indonesia [BSI] Pante Bidari.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengatakan percepatan penyaluran dilakukan melalui kerja sama dengan tujuh cabang BSI di berbagai wilayah. Tujuannya memastikan dana sampai langsung ke rekening penerima secara transparan dan akuntabel.
“Keterlibatan perbankan penting untuk memastikan dana bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat penerima manfaat secara transparan dan akuntabel,” ujar Al-Farlaky.
Kecamatan lain yang juga menunjukkan progres antara lain Pante Bidari dengan 451 unit rumah rusak ringan dan 609 unit rumah rusak sedang. Penyaluran yang telah dilakukan mencapai 4 unit rumah rusak ringan dan 41 unit rumah rusak sedang.
Di Kecamatan Madat, dari total 190 unit rumah rusak ringan dan 262 unit rumah rusak sedang, bantuan telah diterima 14 unit rumah rusak ringan dan 42 unit rumah rusak sedang.
Pemkab Aceh Timur mengajak penerima segera melengkapi administrasi agar pencairan berikutnya berjalan lebih cepat. Pemerintah daerah juga memastikan pendampingan dan pengawasan terus dilakukan selama proses berlangsung.

























