Tampil bersama di konferensi pers, Bupati bantah foto AI dan isu mobil BPBD, sebut keluarga dan masyarakat jadi korban hoaks TikTok.
ACEH TIMUR | Tidak sendiri. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky hadir bersama istri saat menjawab fitnah yang menyerang nama baiknya. Momen itu terjadi dalam konferensi pers di sebuah warung kopi di Idi, Kamis, 30 April 2026.
Kehadiran sang istri jadi pesan kuat terhadap tuduhan selingkuh yang viral di TikTok yang tidak berdasar dan melukai keluarga serta kehilangan konsentrasi kinerja ASN dalam memberikan pelayanan.
Konferensi pers dihadiri tokoh penting Aceh Timur antara lain Ketua KPA Wilayah Peureulak Hamdani Wakdan, Ketua DPRK Musaitir, Ketua MPU, Panglima Sagoe, jajaran KPA, relawan, dan simpatisan ikut memberi dukungan.
Bupati Al-Farlaky menegaskan langkah hukum sudah ditempuh. Sejumlah akun TikTok, termasuk “Alan store” dengan nama pengguna “Muhammad Alan”, dilaporkan ke polisi. Jejak penyebaran hoaks ditelusuri hingga ke dua akun di Malaysia.
Al-Farlaky membongkar dua fitnah utama. Pertama, foto yang beredar disebut hasil rekayasa kecerdasan buatan dari dokumentasi asli saat pelantikan bersama istri.
Kedua, isu penggerebekan di mobil BPBD. Ia memastikan tidak pernah ada kejadian itu. Kehadiran istri di sampingnya jadi bantahan telak atas narasi yang dibangun.
“Seluruh informasi yang beredar saat ini sangat merugikan nama baik saya, keluarga, serta harkat dan martabat saya. Apa yang dituduhkan itu tidak benar, itu fitnah,” tegas Al-Farlaky.
Ia menyebut fitnah ini bukan hanya menyerang dirinya sebagai kepala daerah, tapi juga menghancurkan ketenangan rumah tangga dan kenyamanan warga Aceh Timur.
Dukungan dari berbagai pihak, kata dia, membuatnya kuat menghadapi serangan digital. Istri Al-Farlaky yang duduk di samping hanya mengangguk, sesekali menunduk menahan haru.
“Langkah ini harus kita ambil sikap tegas secara hukum. Saya harus menempuh jalur ini karena sudah membuat luka orang yang kami sayangi,” ujarnya.
Bupati menjelaskan kronologi foto AI. Gambar asli diambil saat pelantikan. Wajah istrinya dihilangkan, lalu diganti dengan sosok lain untuk membangun framing perselingkuhan seakan benar.
Soal mobil BPBD, Al-Farlaky menegaskan saat itu ia bersama relawan turun ke tempat korban banjir ke pante labu bersama relawan.
“Tidak pernah ada penggerebekan seperti yang dituduhkan. Itu jelas fitnah,” katanya.
Al-Farlaky tetap membuka ruang kritik terhadap kebijakan. Namun ia memberi garis tegas jika serangan sudah masuk ranah pribadi dan keluarga.
“Saya tidak anti kritik. Tapi kalau sudah menyentuh ranah pribadi dan menyebarkan fitnah, itu tidak bisa dibiarkan,” ucapnya.
Menutup pernyataan, ia mengajak warga tabayyun. Mantan Jurnalis Harian Serambi Indonesia itu mengingatkan bahaya qadzaf dalam Qanun Jinayat. Menuduh zina tanpa saksi bisa dicambuk 80 kali.
“Saring sebelum sharing. Mari kita tabayyun agar tidak merusak citra orang lain dengan berita-berita yang tidak benar,” pungkas Al-Farlaky.

























