DKP Pidie setorkan empat nama ke KKP, tim verifikasi sudah turun cek dermaga hingga kebutuhan pabrik es.
PIDIE | Nama Pantai Pelangi masuk daftar usulan Program Kampung Nelayan. Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie menyetorkan Gampong Kuala Pidie di Kecamatan Kota Sigli bersama tiga gampong lain ke Kementerian Kelautan dan Perikanan.
“Tim verifikasi telah turun ke empat gampong yang kami usul jadi program kampung nelayan di Pidie,” kata Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengelolaan TPI DKP Pidie, Ady Rizka, Rabu 22 April 2026.
Selain Kuala Pidie yang dikenal dengan Pantai Pelangi, DKP mengusulkan Gampong Pasie Brandeh di Kecamatan Batee. Dua nama terakhir berada di Kecamatan Kumbang Tanjong: Gampong Jeumeurang yang memiliki Dermaga Kuala Tari, dan Gampong Tanjung Krueng dengan Dermaga Pasie Leubu.
Ady menyebut keempat gampong itu memenuhi kategori verifikasi dan indikator pengembangan kemandirian nelayan. Tim KKP sudah meninjau langsung ke lapangan. “Tim verifikasi KKP juga telah melihat sendiri kebutuhan untuk pengembangan program nelayan ini,” ujarnya.
Kebutuhan yang dipotret beragam. Mulai dari dermaga, pabrik es, sampai bengkel kapal. Namun Ady menegaskan program ini tak berhenti di bangunan fisik. “Program tersebut lebih difokuskan pada pemberdayaan pesisir untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian nelayan,” kata dia.
DKP berharap empat gampong tersebut lolos sebagai wilayah intervensi KKP tahun ini. Ady yakin program ini membuat penguatan kemandirian gampong nelayan lebih terarah. “Dengan adanya program ini kami yakin penguatan kemandirian gampong nelayan di Pidie akan lebih terarah dan sejalan dengan pembangunan Pidie,” ujarnya.
Program Kampung Nelayan memang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup nelayan lewat pemenuhan sarana prasarana dan pemberdayaan. DKP Pidie kini menunggu keputusan KKP usai verifikasi lapangan rampung.

























