#Al-Farlaky mendesak BWS Sumatera I segera melakukan perbaikan sebelum musim tanam terganggu.
ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyoroti kondisi jaringan irigasi di Kecamatan Pante Bidari yang rusak parah. Kerusakan itu mengancam pasokan air untuk 350 hektare sawah milik warga di 12 gampong.
Menurut Al-Farlaky, ruas Arakundo–Grong-Grong yang merupakan bagian dari Daerah Irigasi Jambo Aye mengalami kerusakan berat akibat banjir hidrometeorologi November 2025 lalu. Sedimentasi di sejumlah titik membuat aliran air ke lahan pertanian tersendat.
“Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan dan laporan masyarakat, terdapat sejumlah titik jaringan irigasi yang mengalami kerusakan akibat banjir hidrometeorologi pada November 2025 lalu. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi sehingga aliran air ke lahan pertanian menjadi terganggu,” ujar Al-Farlaky, Senin 15 Juni 2026.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkab Aceh Timur melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah mengirim surat resmi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera I.
Permintaan percepatan perbaikan dan normalisasi irigasi juga ditembuskan ke Gubernur Aceh, Ketua DPRK Aceh Timur, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, serta Dinas Pengairan Aceh.
Al-Farlaky menegaskan, jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi mengganggu target musim tanam dan produktivitas pertanian masyarakat.
“Kami berharap BWS dapat segera mengambil langkah percepatan perbaikan. Jaringan irigasi ini sangat vital bagi masyarakat tani. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan mengganggu target musim tanam dan produktivitas pertanian masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian Aceh Timur. Karena itu, Pemkab berkomitmen mengawal persoalan ini hingga irigasi kembali berfungsi normal.
“Harapan kita, jaringan irigasi kembali berfungsi normal sehingga petani dapat kembali melakukan penanaman sesuai jadwal yang telah direncanakan,” pungkas Al-Farlaky.

























