MEULABOH | Serikat Mahasiswa Nasional Indonesia (SMNI) Aceh Barat mendorong Muntasir AG yang saat ini Panglima KPA Daerah I Wilayah Peureulak untuk dipertimbangkan sebagai calon Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (PT PEMA).
Hal tersebut disampaikan Kabid Advokasi dan Propaganda SMNI Aceh Barat, Dede Rahmat, yang menilai Muntasir AG memiliki kapasitas, pengalaman serta kemampuan komunikasi yang dibutuhkan untuk membawa PT PEMA menjadi perusahaan daerah yang lebih profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi Aceh.
“Kami mendorong agar Muntasir AG dipertimbangkan memimpin PT PEMA. Penentuan pimpinan tentu menjadi kewenangan Pemerintah Aceh, namun kompetensi, integritas dan kemampuan memimpin harus menjadi pertimbangan utama,” ujar Dede Rahmat.
Menurut Dede, PT PEMA memiliki posisi strategis dalam pengelolaan potensi ekonomi Aceh. Karena itu, perusahaan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu melakukan pembenahan, meningkatkan kinerja serta memastikan keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.
SMNI Aceh Barat berharap proses penentuan pimpinan PT PEMA dilakukan secara profesional, objektif dan mengedepankan kepentingan Aceh di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan tertentu.
“Kami ingin PT PEMA dipimpin oleh figur yang benar-benar mampu bekerja dan membawa perubahan. Jika Muntasir AG dinilai memenuhi kriteria tersebut, maka menurut kami beliau layak dipertimbangkan,” tutup Dede Rahmat.

























