ACEH TIMUR | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menegaskan aplikasi Si AZIS harus membuat pengelolaan zakat lebih transparan dan akuntabel. Kepercayaan publik jadi target utama peluncuran sistem tersebut.
“Melalui aplikasi ini masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pengelolaan zakat, mulai dari data muzakki, mustahik, hingga proses penyalurannya. Ini langkah penting untuk meningkatkan kepercayaan publik,” kata Al-Farlaky saat meluncurkan Si AZIS di Aula RS Graha Bunda, Senin 29 Juni 2026.
Menurutnya, transformasi digital pengelolaan zakat adalah kebutuhan. Pelayanan harus dibuat efektif dan terbuka agar potensi zakat, infak, sedekah di Aceh Timur bisa dikelola maksimal.
Namun Al-Farlaky mengingatkan, keberhasilan Si AZIS tidak hanya soal teknologi. Kesiapan SDM pengelola disebut jadi kunci. “Peningkatan kapasitas aparatur Baitul Mal harus menjadi perhatian agar sistem dapat berjalan secara optimal,” ujarnya.
Ia berharap aplikasi itu memperkuat kerja sama Baitul Mal dengan instansi lain. Tujuannya agar penghimpunan dan penyaluran zakat lebih cepat, tepat sasaran, dan memberi manfaat bagi yang membutuhkan.

























