#Ketua Aceh Foundation Faisal Rizal Dukung Gubernur Tahan PoD Tangkulo Demi Hilirisasi Gas
BANDA ACEH | Metafora “pemain vs penonton” kembali mengemuka. Ketua Aceh Foundation yang juga Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, menyatakan dukungan penuh kepada Gubernur Muzakir Manaf alias Mualem yang meminta Menteri ESDM menunda persetujuan PoD Lapangan Tangkulo WK South Andaman.
Bagi Faisal, penundaan itu bukan bentuk penghambat investasi. Ini bentuk keberpihakan Mualem agar Aceh tidak sekadar jadi tempat ngeruk gas, tapi dapat manfaat maksimal.
“Yang diperjuangkan Mualem itu sederhana: Aceh harus jadi pemain utama, bukan penonton di tanah sendiri. Gas Aceh harus diolah, bukan cuma diambil,” kata Faisal, Senin (1/6/2026).
Lewat surat resmi No 500.10/2264 tertanggal 27 Februari 2026, Pemprov Aceh meminta PoD I Tangkulo ditunda sampai ada kesepakatan dengan Mubadala Energy. Titik sengketanya di skema pengolahan.
Pemprov Aceh menolak jika semua gas diproses lewat Floating Production Storage Offloading FPSO di laut. Maunya ada Onshore Processing Facility OPF di KEK Arun yang infrastrukturnya sudah tersedia.
“KEK Arun punya sejarah panjang sebagai pusat industri gas nasional. Kalau gas South Andaman diolah di darat, industri turunan bisa lahir, lapangan kerja kebuka, investasi baru masuk, PAD juga naik,” jelas Faisal.
Menurutnya, keberanian politik Mualem ini penting untuk mengunci arah ekonomi Aceh 20-30 tahun ke depan. Jangan sampai potensi migas besar hanya lewat tanpa meninggalkan jejak industri di Aceh.
“Ini bukan soal menolak proyek. Ini soal masa depan anak cucu kita. Karena itu Aceh Foundation dukung penuh sikap Gubernur yang menuntut skema paling menguntungkan rakyat Aceh,” tegasnya.
Faisal berharap semua pihak mendukung Pemprov Aceh agar keputusan akhir benar-benar berpihak ke kepentingan masyarakat luas.

























