• Terbaru
Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

12 April 2026
Jemaah Haji Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Korban Jiwa Embarkasi Banda Aceh

Jemaah Haji Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Korban Jiwa Embarkasi Banda Aceh

28 Mei 2026
Kodam IM Rotasi Tiga Dandim, Pangdam Tekankan Regenerasi dan Sinergi dengan Pemda

Kodam IM Rotasi Tiga Dandim, Pangdam Tekankan Regenerasi dan Sinergi dengan Pemda

28 Mei 2026
Ribuan Warga Banjiri Open House Al-Farlaky di Blang Bitra, Idul Adha Jadi Ruang Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Rakyat

Ribuan Warga Banjiri Open House Al-Farlaky di Blang Bitra, Idul Adha Jadi Ruang Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Rakyat

28 Mei 2026
Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

28 Mei 2026
Simpang Ulim Meledak! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Malam Takbiran Idul Adha 1447 H

Simpang Ulim Meledak! Ribuan Warga Tumpah Ruah di Malam Takbiran Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026
Bupati Al-Farlaky Lepas Pawai Takbir di Masjid Baitul Karim, Rute Tembus Pusat Pemerintahan

Bupati Al-Farlaky Lepas Pawai Takbir di Masjid Baitul Karim, Rute Tembus Pusat Pemerintahan

28 Mei 2026
Takbir Keliling Idul Adha Digelar di Simpang Ulim, Al-Farlaky: Pemerataan Harus Terasa sampai ke Barat

Takbir Keliling Idul Adha Digelar di Simpang Ulim, Al-Farlaky: Pemerataan Harus Terasa sampai ke Barat

24 Mei 2026
Pusat Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah Aceh Timur Akan Dilaksanakan di Simpang Ulim

Pusat Takbir Keliling Idul Adha 1447 Hijriah Aceh Timur Akan Dilaksanakan di Simpang Ulim

24 Mei 2026
Hujam Parang ke Wajah dan Leher Tetangga, Ansari Dihukum 15 Tahun Penjara

Hujam Parang ke Wajah dan Leher Tetangga, Ansari Dihukum 15 Tahun Penjara

24 Mei 2026
Sorot Kinerja Sekjen DPP-PA, Kader PA Aceh Timur Minta Malik Mahmud Evaluasi Abuwa

Sorot Kinerja Sekjen DPP-PA, Kader PA Aceh Timur Minta Malik Mahmud Evaluasi Abuwa

22 Mei 2026
RSUD Zubir Mahmud Pastikan JKA Aceh Timur Tak Lagi Lihat Desil

RSUD Zubir Mahmud Pastikan JKA Aceh Timur Tak Lagi Lihat Desil

21 Mei 2026
Polres Langsa Gagalkan Pengiriman 3 Kg Sabu ke Medan, Selamatkan 24 Ribu Jiwa

Polres Langsa Gagalkan Pengiriman 3 Kg Sabu ke Medan, Selamatkan 24 Ribu Jiwa

20 Mei 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Redaksi Penulis Redaksi
Minggu, 04/12/2026 | 16:49 WIB
Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Foto: Ilustrasi calon pengganti DPRA.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Aceh kembali berdiri di persimpangan yang ganjil antara semangat perjuangan yang diwariskan sejarah dan kenyataan getir kemiskinan struktural yang tak kunjung surut. Provinsi yang lahir dari daya tahan dan pengorbanan darah itu kini tampak tersandera oleh hiruk-pikuk kekuasaan.

Energi yang seharusnya diarahkan untuk pemulihan, malah terkuras dalam perebutan pengaruh. Bencana banjir lumpur yang menerjang  Aceh November tahun lalu, belum benar-benar pulih dari ingatan publik. Air yang meluap bukan sekadar peristiwa alam, melainkan kelalaian panjang jejak tangan manusia yang abai.

Di tengah luka itu, rakyat berharap negara hadir dengan empati dan ketegasan. Namun yang muncul justru sebaliknya pertunjukan konflik elite. Di ruang sidang DPRA, akal sehat seperti kehilangan tempatnya. Lembaga yang semestinya menjadi jangkar stabilitas malah terseret dalam pusaran konfrontasi.

Di bawah kepemimpinan Zulfadli, tensi politik tak kunjung reda. Polemik pergantian Sekda Aceh yang dinilai tak sejalan dengan keputusan gubernur menjadi pemantik awal. Namun alih-alih mereda, konflik itu menjelma menjadi pola.

Konfrontasi seperti menjadi bahasa politik baru dipertontonkan tanpa jeda, bahkan ketika rakyat masih bergelut dengan trauma dan ketidakpastian. Di tengah kegaduhan itu, arah baru mulai dicari. Tiga nama mencuat sebagai kandidat pengganti kursi Ketua DPRA Saiful Bahri, M. Nur H. Moop, dan Salma.

Baca Juga :  Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Mereka bukan sekadar figur politik, melainkan representasi dari basis sosial dan geografis yang berbeda. Nama Saiful Bahri atau yang dikenal sebagai Pon Yaya membawa rekam jejak yang tidak bisa diabaikan. Ia bukan sosok baru dalam dinamika DPRA. Pernah memimpin lembaga ini pada periode sebelumnya, ia dikenal menjadikan butir-butir MoU sebagai landasan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Pengalaman dan kedekatannya dengan struktur kekuasaan menjadikannya figur yang mapan dalam lanskap politik Aceh. Namun, di tengah situasi Aceh yang membutuhkan ketenangan, publik juga berhak menilai apakah pengalaman itu mampu menghadirkan perubahan, atau justru menjadi bagian dari pola lama yang selama ini dipersoalkan.

Sementara itu, H. Maop yang berangkat dari wilayah Timur Aceh membawa dimensi historis yang tak bisa diabaikan. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu pintu awal masuknya Islam di Nusantara. Dari ruang sejarah itu, Maop memikul simbol peradaban keteguhan nilai, kedalaman tradisi, dan kemampuan membaca arah zaman.

Baca Juga :  Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

Ia bukan hanya representasi wilayah, tetapi juga simbol kesinambungan antara identitas dan kepemimpinan. Di sisi lain, Salma menghadirkan wajah kepemimpinan yang lebih tenang dan merangkul. Kedekatannya dengan rakyat serta kemampuannya menjembatani umara dan ulama menjadikannya figur yang mampu meredam ketegangan.

Dalam lanskap politik yang keras, pendekatan seperti ini justru menjadi kebutuhan mendesak. Namun, lebih dari sekadar siapa figur yang layak, situasi hari ini menuntut keputusan yang cepat dan tegas. Pergantian Ketua DPRA bukan lagi sekadar opsi politik melainkan kebutuhan mendesak.

Masyarakat Aceh sedang berjuang untuk pulih dari bencana, bangkit dari tekanan ekonomi, dan keluar dari trauma yang belum selesai. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan pola kepemimpinan yang konfrontatif hanya akan memperpanjang luka.

Publik Aceh sudah lelah. Mereka muak dengan politik yang gaduh, dengan konflik yang dipertontonkan tanpa arah. Yang dibutuhkan hari ini bukan adu kuat, melainkan kemampuan merangkul dan menenangkan. Bukan suara yang meninggi, tetapi keputusan yang menyembuhkan.

Baca Juga :  Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Di sinilah pergantian kepemimpinan harus dimaknai sebagai titik balik. Menggeser arah ke wilayah Timur dengan figur seperti H. Maop bukan sekadar kompromi politik, tetapi langkah strategis menghadirkan keseimbangan dan harapan baru.

Sementara kehadiran sosok seperti Bunda Salma memberi alternatif kepemimpinan yang lebih inklusif dan membumi. Dan di sisi lain, figur seperti Pon Yaya tetap menjadi bagian dari pertimbangan publik dengan segala pengalaman dan catatan yang menyertainya.

Aceh tidak kekurangan tokoh. Yang selama ini hilang adalah kesadaran untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas ego kekuasaan. Jika pergantian ini kembali terseret dalam tarik-menarik kepentingan, maka Aceh hanya akan berjalan di tempat.

Namun jika ini dijadikan momentum untuk mengakhiri konfrontasi dan memulai kepemimpinan yang lebih teduh, maka Aceh masih punya kesempatan untuk benar-benar pulih. Sudah saatnya gaduh dihentikan. Aceh tidak butuh panggung konflik. Aceh butuh pemimpin.

 

Tulisan ini ditulisi oleh wartawan BisaApa.co.id! 

MengirimMenciak

Baca Juga

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo
Editorial

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

28 Mei 2026
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita
Editorial

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Menyerah Itu Insting, Belajar Itu Keputusan
Editorial

Menyerah Itu Insting, Belajar Itu Keputusan

16 April 2026
Hak Rakyat Aceh Diabaikan: DPR Aceh Harus Bertindak
Editorial

Hak Rakyat Aceh Diabaikan: DPR Aceh Harus Bertindak

4 April 2026
Krisis Minyak, Puncak Kebodohan Prabowo?
Editorial

Krisis Minyak, Puncak Kebodohan Prabowo?

28 Maret 2026
Kemarahan yang Tak Boleh Diabaikan
Editorial

Kemarahan yang Tak Boleh Diabaikan

26 Maret 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Jemaah Haji Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Korban Jiwa Embarkasi Banda Aceh

Jemaah Haji Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Korban Jiwa Embarkasi Banda Aceh

Penulis Redaksi
28 Mei 2026

#Maimunah Yusuf Ali meninggal akibat Acute Gastroenteritis, PPIH imbau jemaah jaga kesehatan dan kekompakan di Tanah Suci BANDA ACEH |...

Kodam IM Rotasi Tiga Dandim, Pangdam Tekankan Regenerasi dan Sinergi dengan Pemda

Kodam IM Rotasi Tiga Dandim, Pangdam Tekankan Regenerasi dan Sinergi dengan Pemda

Penulis Redaksi
28 Mei 2026

#Letkol Faisal, Letkol Febry, dan Letkol Rudy resmi pimpin Aceh Utara, Bener Meriah, dan Aceh Tengah dalam sertijab di Banda...

Ribuan Warga Banjiri Open House Al-Farlaky di Blang Bitra, Idul Adha Jadi Ruang Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Rakyat

Ribuan Warga Banjiri Open House Al-Farlaky di Blang Bitra, Idul Adha Jadi Ruang Tanpa Sekat Antara Pemimpin dan Rakyat

Penulis Redaksi
28 Mei 2026

#Bupati Aceh Timur buka rumah untuk seluruh lapisan masyarakat, jadikan silaturahmi Idul Adha instrumen memperkuat kebersamaan dan kepedulian sosial ACEH...

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

Penulis Redaksi
28 Mei 2026

#Sentralisasi ekspor sawit menggiurkan untuk penerimaan negara, tapi sejarah cengkeh Aceh mengingatkan betapa mahal harganya bila pasar dimatikan Data tidak...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In