• Terbaru
Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

12 April 2026
Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

13 Juli 2026
Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU

11 Juli 2026
Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

11 Juli 2026
Pemkab Aceh Timur Serahkan Bantuan Masa Panik ke Korban Kebakaran di Seumanah Jaya

Pemkab Aceh Timur Serahkan Bantuan Masa Panik ke Korban Kebakaran di Seumanah Jaya

11 Juli 2026
Ratusan Mahasiswa IAIN Langsa Napak Tilas ke Makam Kerajaan Peureulak

Ratusan Mahasiswa IAIN Langsa Napak Tilas ke Makam Kerajaan Peureulak

11 Juli 2026
Bupati Aceh Timur Buka Piala Bupati Cup II, Hidupkan Kembali Lapangan Benteng

Bupati Aceh Timur Buka Piala Bupati Cup II, Hidupkan Kembali Lapangan Benteng

8 Juli 2026
Bupati Aceh Timur Temui Warga Seumanah Jaya, Jelaskan Skema Bantuan Banjir dari Pusat

Bupati Aceh Timur Temui Warga Seumanah Jaya, Jelaskan Skema Bantuan Banjir dari Pusat

6 Juli 2026
Taruna Politeknik Malahayati Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal, Total 4 Orang Tewas

Taruna Politeknik Malahayati Korban Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Meninggal, Total 4 Orang Tewas

6 Juli 2026
Bupati Aceh Timur Lantik 57 Keuchik, Tekankan Peran Ujung Tombak Pembangunan

Bupati Aceh Timur Lantik 57 Keuchik, Tekankan Peran Ujung Tombak Pembangunan

6 Juli 2026
Respon Kebakaran Sumur Minyak, Bupati Al-Farlaky: Keselamatan Warga Prioritas Utama

Respon Kebakaran Sumur Minyak, Bupati Al-Farlaky: Keselamatan Warga Prioritas Utama

6 Juli 2026
Kapolri Lantik Irjen Ruddi Setiawan Jadi Kapolda Aceh   

Kapolri Lantik Irjen Ruddi Setiawan Jadi Kapolda Aceh  

4 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Redaksi Penulis Redaksi
Minggu, 04/12/2026 | 16:49 WIB
Saatnya Mengakhiri Gaduh: Aceh Butuh Pemimpin, Bukan Panggung Konflik

Foto: Ilustrasi calon pengganti DPRA.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Aceh kembali berdiri di persimpangan yang ganjil antara semangat perjuangan yang diwariskan sejarah dan kenyataan getir kemiskinan struktural yang tak kunjung surut. Provinsi yang lahir dari daya tahan dan pengorbanan darah itu kini tampak tersandera oleh hiruk-pikuk kekuasaan.

Energi yang seharusnya diarahkan untuk pemulihan, malah terkuras dalam perebutan pengaruh. Bencana banjir lumpur yang menerjang  Aceh November tahun lalu, belum benar-benar pulih dari ingatan publik. Air yang meluap bukan sekadar peristiwa alam, melainkan kelalaian panjang jejak tangan manusia yang abai.

Di tengah luka itu, rakyat berharap negara hadir dengan empati dan ketegasan. Namun yang muncul justru sebaliknya pertunjukan konflik elite. Di ruang sidang DPRA, akal sehat seperti kehilangan tempatnya. Lembaga yang semestinya menjadi jangkar stabilitas malah terseret dalam pusaran konfrontasi.

Di bawah kepemimpinan Zulfadli, tensi politik tak kunjung reda. Polemik pergantian Sekda Aceh yang dinilai tak sejalan dengan keputusan gubernur menjadi pemantik awal. Namun alih-alih mereda, konflik itu menjelma menjadi pola.

Konfrontasi seperti menjadi bahasa politik baru dipertontonkan tanpa jeda, bahkan ketika rakyat masih bergelut dengan trauma dan ketidakpastian. Di tengah kegaduhan itu, arah baru mulai dicari. Tiga nama mencuat sebagai kandidat pengganti kursi Ketua DPRA Saiful Bahri, M. Nur H. Moop, dan Salma.

Baca Juga :  Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

Mereka bukan sekadar figur politik, melainkan representasi dari basis sosial dan geografis yang berbeda. Nama Saiful Bahri atau yang dikenal sebagai Pon Yaya membawa rekam jejak yang tidak bisa diabaikan. Ia bukan sosok baru dalam dinamika DPRA. Pernah memimpin lembaga ini pada periode sebelumnya, ia dikenal menjadikan butir-butir MoU sebagai landasan dalam setiap pengambilan kebijakan.

Pengalaman dan kedekatannya dengan struktur kekuasaan menjadikannya figur yang mapan dalam lanskap politik Aceh. Namun, di tengah situasi Aceh yang membutuhkan ketenangan, publik juga berhak menilai apakah pengalaman itu mampu menghadirkan perubahan, atau justru menjadi bagian dari pola lama yang selama ini dipersoalkan.

Sementara itu, H. Maop yang berangkat dari wilayah Timur Aceh membawa dimensi historis yang tak bisa diabaikan. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu pintu awal masuknya Islam di Nusantara. Dari ruang sejarah itu, Maop memikul simbol peradaban keteguhan nilai, kedalaman tradisi, dan kemampuan membaca arah zaman.

Baca Juga :  220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

Ia bukan hanya representasi wilayah, tetapi juga simbol kesinambungan antara identitas dan kepemimpinan. Di sisi lain, Salma menghadirkan wajah kepemimpinan yang lebih tenang dan merangkul. Kedekatannya dengan rakyat serta kemampuannya menjembatani umara dan ulama menjadikannya figur yang mampu meredam ketegangan.

Dalam lanskap politik yang keras, pendekatan seperti ini justru menjadi kebutuhan mendesak. Namun, lebih dari sekadar siapa figur yang layak, situasi hari ini menuntut keputusan yang cepat dan tegas. Pergantian Ketua DPRA bukan lagi sekadar opsi politik melainkan kebutuhan mendesak.

Masyarakat Aceh sedang berjuang untuk pulih dari bencana, bangkit dari tekanan ekonomi, dan keluar dari trauma yang belum selesai. Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan pola kepemimpinan yang konfrontatif hanya akan memperpanjang luka.

Publik Aceh sudah lelah. Mereka muak dengan politik yang gaduh, dengan konflik yang dipertontonkan tanpa arah. Yang dibutuhkan hari ini bukan adu kuat, melainkan kemampuan merangkul dan menenangkan. Bukan suara yang meninggi, tetapi keputusan yang menyembuhkan.

Baca Juga :  Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

Di sinilah pergantian kepemimpinan harus dimaknai sebagai titik balik. Menggeser arah ke wilayah Timur dengan figur seperti H. Maop bukan sekadar kompromi politik, tetapi langkah strategis menghadirkan keseimbangan dan harapan baru.

Sementara kehadiran sosok seperti Bunda Salma memberi alternatif kepemimpinan yang lebih inklusif dan membumi. Dan di sisi lain, figur seperti Pon Yaya tetap menjadi bagian dari pertimbangan publik dengan segala pengalaman dan catatan yang menyertainya.

Aceh tidak kekurangan tokoh. Yang selama ini hilang adalah kesadaran untuk menempatkan kepentingan rakyat di atas ego kekuasaan. Jika pergantian ini kembali terseret dalam tarik-menarik kepentingan, maka Aceh hanya akan berjalan di tempat.

Namun jika ini dijadikan momentum untuk mengakhiri konfrontasi dan memulai kepemimpinan yang lebih teduh, maka Aceh masih punya kesempatan untuk benar-benar pulih. Sudah saatnya gaduh dihentikan. Aceh tidak butuh panggung konflik. Aceh butuh pemimpin.

 

Tulisan ini ditulisi oleh wartawan BisaApa.co.id! 

MengirimMenciak

Baca Juga

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Editorial

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat
Editorial

Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat

11 Juni 2026
Tanah Beutong Bukan Meja Judi Investor
Editorial

Tanah Beutong Bukan Meja Judi Investor

1 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

Bupati Al-Farlaky Beri Teladan, Antar Putra ke Sekolah pada Hari Pertama

Penulis Redaksi
13 Juli 2026

ACEH TIMUR | Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menyempatkan diri mengantar putranya ke sekolah....

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU

Polri Tetapkan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU

Penulis Redaksi
11 Juli 2026

JAKARTA | Kepolisian Republik Indonesia resmi menaikkan status mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah, menjadi tersangka....

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Febrie Adriansyah Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejagung

Penulis Redaksi
11 Juli 2026

JAKARTA | Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatannya. Jaksa Agung...

Pemkab Aceh Timur Serahkan Bantuan Masa Panik ke Korban Kebakaran di Seumanah Jaya

Pemkab Aceh Timur Serahkan Bantuan Masa Panik ke Korban Kebakaran di Seumanah Jaya

Penulis Redaksi
11 Juli 2026

ACEH TIMUR | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Sosial menyerahkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran di Dusun Lubuk...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In