• Terbaru
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

30 Oktober 2026
Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

28 Oktober 2026
Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

27 Oktober 2026
Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

27 Oktober 2026
Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

Dibangun Era Al-Farlaky, Jembatan Keude Ong yang Sempat Amblas Kini Fungsional

20 Oktober 2026
Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

Syahrul Gugat Proses RUPS untuk Jaga Nama Baik Mualem

17 Oktober 2026
Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

Respon Keluhan Warga, Bupati Al-Farlaky Panggil Direktur PDAM dan Bentuk Tim Audit

14 Oktober 2026
Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

Dun P3 Laporkan Yulinda ke Polres Aceh Timur, Ini Kasusnya! 

6 Oktober 2026
Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

Tinjau Jalan Lhok Dalam–Panton Rayeok, Bupati Al-Farlaky Pastikan Pembangunan Permanen 2027

2 Oktober 2026
Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

Tim Pengacara Minta Kematian M Rasya Fadilla Diusut Lebih Serius

2 Oktober 2026
Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

Terungkap, Izin Lingkungan PT Bumi Flora Ternyata Diteken Bupati Rocky pada 2016

29 September 2026
Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

Bupati Al-Farlaky Tambah Anggran Rp 1 Milliar, Pengaspalan Jalan Kota Idi Tahap Dua Dilaksanakan Akhir Tahun

28 September 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Redaksi Penulis Redaksi
Senin, 05/04/2026 | 00:03 WIB
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Foto: Ilustrasi.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Ada komando tak tertulis yang kini berseliweran baik di medso, warung kopi, sampai ruang rapat: kalau saya musuh dia, kamu juga harus musuhi dia. Kalau saya tidak suka dia, kamu juga harus memusuhinya. Ini bukan lagi soal beda pilihan politik. Ini tentang upaya sistematis memonopoli relasi sosial atas nama loyalitas.

Memutus silaturahim demi loyalitas buta kepada pemimpin yang diikuti bukanlah strategi. Itu penyakit sosial yang meracuni nalar, pikiran sekaligus membusukkan demokrasi.

Cara pikir ini licik sekaligus kekanak-kanakan. Licik, karena membungkus dendam pribadi dengan jargon perjuangan. Kekanak-kanakan, karena logikanya setara anak TK yang mengancam: kamu main sama dia, kita nggak temenan lagi.

Bedanya, yang memainkan politik isolasi ini bukan bocah. Mereka dewasa, berpendidikan, bahkan sebagian mereka adalah sarjana, pejabat dan pernah menjabat. Kalimatnya manis, senyumnya menenangkan. Tapi isinya racun.

Silaturahim bukan benda politik yang bisa digadaikan demi kubu. Ia fondasi sosial. Ketika dipaksa putus, yang rusak bukan cuma dua orang. Yang runtuh adalah jaringan kepercayaan publik.

Masyarakat jadi terkotak, curiga, dan gampang diadu. Padahal bangsa ini sudah terlalu lelah dipecah oleh isu, oleh hoaks, oleh identitas. Jangan tambah lagi dengan kultus permusuhan.

Anehnya, para arsitek isolasi ini justru takut pada jembatan. Mereka panik melihat dua orang yang mereka benci duduk ngopi bareng. Mereka gelisah kalau lawan politik ternyata masih bisa tertawa bersama.

Sebab jembatan meruntuhkan narasi mereka. Narasi bahwa dunia cuma hitam putih, kawan dan lawan, kami dan mereka. Padahal hidup tidak sesempit itu.

Motifnya klasik: kontrol. Orang yang mampu menjaga silaturahim lintas kubu dianggap ancaman. Dia tidak bisa dikendalikan. Dia punya kepala sendiri. Dia bisa menilai tanpa dibisiki.

Dan itu berbahaya bagi mereka yang hidup dari mobilisasi kebencian. Maka jurusnya satu: isolasi. Putuskan aksesnya. Tuduh dia pengkhianat. Kasih label. Lalu dorong orang lain ikut menjauhi.

Ini mentalitas geng, bukan negarawan. Dalam geng, loyalitas diukur dari seberapa tega kamu membenci musuh ketua. Dalam negara, loyalitas diukur dari seberapa kuat kamu menjaga akal sehat. Demokrasi mati bukan karena beda pendapat. Demokrasi mati ketika orang takut berteman karena beda pendapat.

Jangan tertipu penampilan. Penjahat opini hari ini tidak datang dengan taring. Dia datang dengan kutipan ayat, dengan cerita perjuangan, dengan foto sedang menyantuni anak yatim. Talbis namanya. Membungkus niat buruk dengan kemasan moral. Tujuannya satu: memperalat kamu jadi tentara dalam perang pribadinya.

Lalu kita bertanya, lahir dari lubang mana mentalitas ini? Dari trauma? Dari didikan yang menormalkan dendam? Atau dari ambisi yang menganggap manusia lain cuma pion? Entahlah.

Yang jelas, warisan lama dengan mental seperti ini kalau dibiarkan akan mencetak generasi pengecut dan pengacau. Generasi yang tidak berani berteman tanpa izin ketua kelompok.

Cukup. Silaturahim melampaui sekat politik, sekat organisasi, sekat gengsi. Berbeda pilihan itu niscaya. Bermusuhan karena disuruh itu memalukan. Kalau ada yang memaksa kamu membenci orang lain demi dirinya, tanyakan balik: kamu mau saya jadi manusia, atau jadi budak?

Pilih jadi manusia. Jaga nalar. Jaga pertemanan. Karena bangsa yang sehat bukan bangsa yang seragam. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang berani tetap bersaudara meski tidak sejalan.

MengirimMenciak

Baca Juga

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh
Editorial

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada
Editorial

Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada

21 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Editorial

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Kepsek Menebang, Kapolres Aceh Timur Tanam Kembali Pohon Lewat Program Green Policing

Penulis Redaksi
30 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Polemik penebangan pohon peneduh di SMA Negeri 1 Simpang Ulim, Aceh Timur, mendapat babak baru. Setelah sebelumnya...

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Dukung Pelayanan Dasar, Bupati Al-Farlaky Serahkan 6 Ambulans dan 2 Truk Sampah

Penulis Redaksi
28 Oktober 2026

ACEH TIMUR | Dukungan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky terhadap pelayanan dasar masyarakat diwujudkan secara nyata. Tidak hanya sektor...

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Gelar Maulid dan Donor Darah, UPTD Puskesmas Simpang Ulim Tebar Kepedulian di Momen Kelahiran Nabi

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

ACEH TIMUR | UPTD Puskesmas Simpang Ulim menggelar dua kegiatan sekaligus dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Selain menggelar...

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Di Musda Golkar, Al-Farlaky: Jangan Ada Sekat Politik untuk Bangun Aceh Timur

Penulis Redaksi
27 Oktober 2026

IDI RAYEUK | Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan komitmennya untuk merangkul semua kekuatan politik dalam membangun Aceh Timur....

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In