• Terbaru
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

4 September 2026
Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

4 September 2026
Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

3 September 2026
Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

Semifinal Sengit Piala KPA Simpang Ulim, JF FC Aceh Utara Hentikan Langkah KPA Darul Falah

3 September 2026
Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Aneuk Nanggroe Amankan Tiket Semifinal Usai Kalahkan Tuan Rumah di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

2 September 2026
Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

Pemkab Aceh Timur Terima Bantuan Alat Ortotik Prostetik dari RSO Soeharso

2 September 2026
Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

Rajawalina melaju ke Semifinal Usai Kalahkan Young Warriors di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

1 September 2026
Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Kebakaran Hanguskan Kios dan Ruko di Lambaro, 1 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

1 September 2026
Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

Al-Farlaky Launching Huntap Aceh Timur: Awal dari 2.033 Rumah Baru untuk Korban Banjir

31 Agustus 2026
JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

JF FC Kukuhkan Dominasi, Tundukkan Julok Putra 2-1 di KPA Simpang Ulim Cup I 2026

31 Agustus 2026
Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

Panitia KPA Simpang Ulim Cup I Bagikan 10 Hadiah Doorprize, Suasana Lapangan Makin Meriah

30 Agustus 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Redaksi Penulis Redaksi
Senin, 05/04/2026 | 00:03 WIB
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Foto: Ilustrasi.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Ada komando tak tertulis yang kini berseliweran baik di medso, warung kopi, sampai ruang rapat: kalau saya musuh dia, kamu juga harus musuhi dia. Kalau saya tidak suka dia, kamu juga harus memusuhinya. Ini bukan lagi soal beda pilihan politik. Ini tentang upaya sistematis memonopoli relasi sosial atas nama loyalitas.

Memutus silaturahim demi loyalitas buta kepada pemimpin yang diikuti bukanlah strategi. Itu penyakit sosial yang meracuni nalar, pikiran sekaligus membusukkan demokrasi.

Cara pikir ini licik sekaligus kekanak-kanakan. Licik, karena membungkus dendam pribadi dengan jargon perjuangan. Kekanak-kanakan, karena logikanya setara anak TK yang mengancam: kamu main sama dia, kita nggak temenan lagi.

Bedanya, yang memainkan politik isolasi ini bukan bocah. Mereka dewasa, berpendidikan, bahkan sebagian mereka adalah sarjana, pejabat dan pernah menjabat. Kalimatnya manis, senyumnya menenangkan. Tapi isinya racun.

Silaturahim bukan benda politik yang bisa digadaikan demi kubu. Ia fondasi sosial. Ketika dipaksa putus, yang rusak bukan cuma dua orang. Yang runtuh adalah jaringan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Masyarakat jadi terkotak, curiga, dan gampang diadu. Padahal bangsa ini sudah terlalu lelah dipecah oleh isu, oleh hoaks, oleh identitas. Jangan tambah lagi dengan kultus permusuhan.

Anehnya, para arsitek isolasi ini justru takut pada jembatan. Mereka panik melihat dua orang yang mereka benci duduk ngopi bareng. Mereka gelisah kalau lawan politik ternyata masih bisa tertawa bersama.

Sebab jembatan meruntuhkan narasi mereka. Narasi bahwa dunia cuma hitam putih, kawan dan lawan, kami dan mereka. Padahal hidup tidak sesempit itu.

Motifnya klasik: kontrol. Orang yang mampu menjaga silaturahim lintas kubu dianggap ancaman. Dia tidak bisa dikendalikan. Dia punya kepala sendiri. Dia bisa menilai tanpa dibisiki.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dan itu berbahaya bagi mereka yang hidup dari mobilisasi kebencian. Maka jurusnya satu: isolasi. Putuskan aksesnya. Tuduh dia pengkhianat. Kasih label. Lalu dorong orang lain ikut menjauhi.

Ini mentalitas geng, bukan negarawan. Dalam geng, loyalitas diukur dari seberapa tega kamu membenci musuh ketua. Dalam negara, loyalitas diukur dari seberapa kuat kamu menjaga akal sehat. Demokrasi mati bukan karena beda pendapat. Demokrasi mati ketika orang takut berteman karena beda pendapat.

Jangan tertipu penampilan. Penjahat opini hari ini tidak datang dengan taring. Dia datang dengan kutipan ayat, dengan cerita perjuangan, dengan foto sedang menyantuni anak yatim. Talbis namanya. Membungkus niat buruk dengan kemasan moral. Tujuannya satu: memperalat kamu jadi tentara dalam perang pribadinya.

Baca Juga :  Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Lalu kita bertanya, lahir dari lubang mana mentalitas ini? Dari trauma? Dari didikan yang menormalkan dendam? Atau dari ambisi yang menganggap manusia lain cuma pion? Entahlah.

Yang jelas, warisan lama dengan mental seperti ini kalau dibiarkan akan mencetak generasi pengecut dan pengacau. Generasi yang tidak berani berteman tanpa izin ketua kelompok.

Cukup. Silaturahim melampaui sekat politik, sekat organisasi, sekat gengsi. Berbeda pilihan itu niscaya. Bermusuhan karena disuruh itu memalukan. Kalau ada yang memaksa kamu membenci orang lain demi dirinya, tanyakan balik: kamu mau saya jadi manusia, atau jadi budak?

Pilih jadi manusia. Jaga nalar. Jaga pertemanan. Karena bangsa yang sehat bukan bangsa yang seragam. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang berani tetap bersaudara meski tidak sejalan.

MengirimMenciak

Baca Juga

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh
Editorial

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

4 September 2026
Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada
Editorial

Aceh Jual Cerita Hijau, Tapi Pabriknya Tak Pernah Ada

21 Juli 2026
220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi
Editorial

220 Hari, Negara Mengubur Korban Banjir Aceh Dalam Lumpur Birokrasi

3 Juli 2026
Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik
Editorial

Ketika Partai Lupa bahwa Ia Milik Publik

24 Juni 2026
Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba
Editorial

Partai Politik Itu Pilar Demokrasi, Bukan Lapak Coba-Coba

22 Juni 2026
Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

PLN Kagetkan Pelanggan, Tagihan Rp50 Ribu Jadi Rp1 Juta

Penulis Redaksi
4 September 2026

#Warga Abdya Tolak Bayar Sebelum Ada Penjelasan Transparan BLANGPIDIE | Seorang pelanggan PLN di Aceh Barat Daya dibuat kaget setengah...

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Kalahkan Aneuk Nanggroe, Rajawalina Fc Tantang JF FC Aceh Utara di Grand Final Piala KPA Simpang Ulim

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH TIMUR | Rajawalina FC berhasil melaju ke partai puncak KPA Simpang Ulim Cup I 2026 setelah menundukkan Aneuk Nanggroe...

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Dari Lumbung ke Lubang: Ironi Ekonomi Aceh

Penulis Redaksi
4 September 2026

ACEH seharusnya jadi lumbung. Hutan menyimpan biodiversitas dunia. Laut membentang luas dengan hasil ikan melimpah. Di bawah tanah terpendam minyak,...

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

“Satu Guru Satu Pohon”, Cara Aceh Timur Jadikan Pendidikan Benteng Ekologi

Penulis Redaksi
3 September 2026

#Bupati Al-Farlaky canangkan Gerakan Guru Tanam 10.000 Pohon di HARDIKDA 2026 ACEH TIMUR | Peringatan Hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) tahun...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In