• Terbaru
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

4 Mei 2026
Bupati Aceh Timur Dorong Harga TBS Adil dan Investasi Hilirisasi Sawit

Bupati Aceh Timur Dorong Harga TBS Adil dan Investasi Hilirisasi Sawit

19 Juni 2026
Pascabanjir, Bupati Al-Farlaky Minta Program Pembangunan Dievaluasi Ulang

Pascabanjir, Bupati Al-Farlaky Minta Program Pembangunan Dievaluasi Ulang

19 Juni 2026
Satpol PP Aceh Besar Perketat Bukit Lamreh Usai Kasus Pemerasan Wisatawan

Satpol PP Aceh Besar Perketat Bukit Lamreh Usai Kasus Pemerasan Wisatawan

19 Juni 2026
Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

19 Juni 2026
Bank Indonesia Sebarkan Uang ke Pulau 3T Aceh Gunakan KRI Tuna-876

Bank Indonesia Sebarkan Uang ke Pulau 3T Aceh Gunakan KRI Tuna-876

19 Juni 2026
Pemkab Aceh Timur Gandeng Satgas PUPL Pulihkan Kebun Sawit Petani

Pemkab Aceh Timur Gandeng Satgas PUPL Pulihkan Kebun Sawit Petani

18 Juni 2026
Bupati Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Teknis Pelaporan Kinerja Daerah

Bupati Aceh Timur Hadiri Sosialisasi Teknis Pelaporan Kinerja Daerah

19 Juni 2026
Rawa Hilang, Bubu Tak Lagi Berfungsi: Hidup Warga Titi Poben Berubah Sejak Sawit Masuk

Rawa Hilang, Bubu Tak Lagi Berfungsi: Hidup Warga Titi Poben Berubah Sejak Sawit Masuk

17 Juni 2026
Bupati Aceh Timur Nyatakan Jaringan Irigasi Simpang Ulim Masuk Tahap Darurat

Bupati Al-Farlaky Sorot 350 Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam Akibat Irigasi Rusak

17 Juni 2026
Warga Hilir Bireuen Dinilai Bayar Mahal Ulah Galian C

Warga Hilir Bireuen Dinilai Bayar Mahal Ulah Galian C

17 Juni 2026
Lima Dapur MBG di Aceh Barat Daya Kembali Beroperasi Usai Dana Cair

Lima Dapur MBG di Aceh Barat Daya Kembali Beroperasi Usai Dana Cair

17 Juni 2026
Akademisi Unsam Apresiasi Bupati Al-Farlaky Gelar Haul Sultan Abdul Aziz Syah ke-1224 H

Akademisi Unsam Apresiasi Bupati Al-Farlaky Gelar Haul Sultan Abdul Aziz Syah ke-1224 H

17 Juni 2026
Berita Online, BisaBaca
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
Berita Online, BisaBaca

Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Redaksi Penulis Redaksi
Senin, 05/04/2026 | 00:03 WIB
Saat Permusuhan Dijadikan Komando: Bahaya Politik Isolasi di Tengah Kita

Foto: Ilustrasi.

Bagi ke WhatsAppBagi Ke Twitter

Ada komando tak tertulis yang kini berseliweran baik di medso, warung kopi, sampai ruang rapat: kalau saya musuh dia, kamu juga harus musuhi dia. Kalau saya tidak suka dia, kamu juga harus memusuhinya. Ini bukan lagi soal beda pilihan politik. Ini tentang upaya sistematis memonopoli relasi sosial atas nama loyalitas.

Memutus silaturahim demi loyalitas buta kepada pemimpin yang diikuti bukanlah strategi. Itu penyakit sosial yang meracuni nalar, pikiran sekaligus membusukkan demokrasi.

Cara pikir ini licik sekaligus kekanak-kanakan. Licik, karena membungkus dendam pribadi dengan jargon perjuangan. Kekanak-kanakan, karena logikanya setara anak TK yang mengancam: kamu main sama dia, kita nggak temenan lagi.

Bedanya, yang memainkan politik isolasi ini bukan bocah. Mereka dewasa, berpendidikan, bahkan sebagian mereka adalah sarjana, pejabat dan pernah menjabat. Kalimatnya manis, senyumnya menenangkan. Tapi isinya racun.

Silaturahim bukan benda politik yang bisa digadaikan demi kubu. Ia fondasi sosial. Ketika dipaksa putus, yang rusak bukan cuma dua orang. Yang runtuh adalah jaringan kepercayaan publik.

Baca Juga :  Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat

Masyarakat jadi terkotak, curiga, dan gampang diadu. Padahal bangsa ini sudah terlalu lelah dipecah oleh isu, oleh hoaks, oleh identitas. Jangan tambah lagi dengan kultus permusuhan.

Anehnya, para arsitek isolasi ini justru takut pada jembatan. Mereka panik melihat dua orang yang mereka benci duduk ngopi bareng. Mereka gelisah kalau lawan politik ternyata masih bisa tertawa bersama.

Sebab jembatan meruntuhkan narasi mereka. Narasi bahwa dunia cuma hitam putih, kawan dan lawan, kami dan mereka. Padahal hidup tidak sesempit itu.

Motifnya klasik: kontrol. Orang yang mampu menjaga silaturahim lintas kubu dianggap ancaman. Dia tidak bisa dikendalikan. Dia punya kepala sendiri. Dia bisa menilai tanpa dibisiki.

Baca Juga :  Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

Dan itu berbahaya bagi mereka yang hidup dari mobilisasi kebencian. Maka jurusnya satu: isolasi. Putuskan aksesnya. Tuduh dia pengkhianat. Kasih label. Lalu dorong orang lain ikut menjauhi.

Ini mentalitas geng, bukan negarawan. Dalam geng, loyalitas diukur dari seberapa tega kamu membenci musuh ketua. Dalam negara, loyalitas diukur dari seberapa kuat kamu menjaga akal sehat. Demokrasi mati bukan karena beda pendapat. Demokrasi mati ketika orang takut berteman karena beda pendapat.

Jangan tertipu penampilan. Penjahat opini hari ini tidak datang dengan taring. Dia datang dengan kutipan ayat, dengan cerita perjuangan, dengan foto sedang menyantuni anak yatim. Talbis namanya. Membungkus niat buruk dengan kemasan moral. Tujuannya satu: memperalat kamu jadi tentara dalam perang pribadinya.

Baca Juga :  Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

Lalu kita bertanya, lahir dari lubang mana mentalitas ini? Dari trauma? Dari didikan yang menormalkan dendam? Atau dari ambisi yang menganggap manusia lain cuma pion? Entahlah.

Yang jelas, warisan lama dengan mental seperti ini kalau dibiarkan akan mencetak generasi pengecut dan pengacau. Generasi yang tidak berani berteman tanpa izin ketua kelompok.

Cukup. Silaturahim melampaui sekat politik, sekat organisasi, sekat gengsi. Berbeda pilihan itu niscaya. Bermusuhan karena disuruh itu memalukan. Kalau ada yang memaksa kamu membenci orang lain demi dirinya, tanyakan balik: kamu mau saya jadi manusia, atau jadi budak?

Pilih jadi manusia. Jaga nalar. Jaga pertemanan. Karena bangsa yang sehat bukan bangsa yang seragam. Bangsa yang sehat adalah bangsa yang berani tetap bersaudara meski tidak sejalan.

MengirimMenciak

Baca Juga

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat
Editorial

Pahlawan Versi Mereka, Beban Versi Rakyat

17 Juni 2026
Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat
Editorial

Bangsa Gagal Sebelum Bangkrut: Tanda-Tanda Sudah Terlihat

11 Juni 2026
Tanah Beutong Bukan Meja Judi Investor
Editorial

Tanah Beutong Bukan Meja Judi Investor

1 Juni 2026
Jembatan Darurat dan Juknis yang Mencekik Aceh
Editorial

Jembatan Darurat dan Juknis yang Mencekik Aceh

30 Mei 2026
Idul Adha dan Ujian Percakapan di Tanah Rencong
Editorial

Idul Adha dan Ujian Percakapan di Tanah Rencong

28 Mei 2026
Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo
Editorial

Jangan Ulangi Luka BPPC dalam Tata Niaga Sawit Prabowo

28 Mei 2026
  • “Sang Pengkhianat”

    “Sang Pengkhianat”

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Pembunuh di Aceh Timur Terungkap, Pelaku Ditangkap dalam Waktu 1 Jam

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Oknum Ketua PPS di Simpang Ulim Diduga Arahkan Anggotanya Pilih Paslon Tole untuk Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Tragedi Hari Kemerdekaan: Bocah 10 Tahun Tewas Tersengat Listrik di Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0
  • Isu Politik Bayangi Pemulihan, Diduga Ada Operasi Jatuhkan Marwah Bupati Aceh Timur

    0 Membagi
    Bagikan 0 Menciak 0

Berita Lainnya

Bupati Aceh Timur Dorong Harga TBS Adil dan Investasi Hilirisasi Sawit

Bupati Aceh Timur Dorong Harga TBS Adil dan Investasi Hilirisasi Sawit

Penulis Redaksi
19 Juni 2026

#Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky meminta patokan harga TBS yang jelas dan mendorong hadirnya industri hilir sawit di Aceh Timur saat...

Pascabanjir, Bupati Al-Farlaky Minta Program Pembangunan Dievaluasi Ulang

Pascabanjir, Bupati Al-Farlaky Minta Program Pembangunan Dievaluasi Ulang

Penulis Redaksi
19 Juni 2026

#Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky menyatakan banjir besar memaksa Aceh Timur menyesuaikan program pembangunan. Ia juga meminta OPD serius menyusun laporan...

Satpol PP Aceh Besar Perketat Bukit Lamreh Usai Kasus Pemerasan Wisatawan

Satpol PP Aceh Besar Perketat Bukit Lamreh Usai Kasus Pemerasan Wisatawan

Penulis Redaksi
19 Juni 2026

#Kasus pemerasan Rp 3 juta terhadap wisatawan memaksa Satpol PP dan WH Aceh Besar memperketat pengawasan di Bukit Lamreh. Koordinasi...

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Kumpulkan Pimpinan PKS, Bahas Harga TBS, CSR hingga Investasi di Aceh Timur

Penulis Redaksi
19 Juni 2026

#Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky memimpin rapat koordinasi dengan pimpinan Pabrik Kelapa Sawit di Pendopo Bupati, Kamis 18 Juni 2026. Pertemuan...

Berita Online, BisaBaca

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami

  • Masuk
Tidak Ada Hasi
Lihat Semua Hasil
  • BERANDA
  • RAGAM
  • OPINI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • WISATA
  • FOTO

Copyright © 2023. PT. Bisa Apa Media, All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In